Zakat & Sedekah Anda Wujudkan Sarana Air Bersih bagi Penghafal Qur’an

Air bagi sebagian masyarakat bukanlah persoalan. Namun, tidak berarti semua mudah mendapatkan air bersih. Seperti yang dialami para santri penghafal Qur’an di Pesantren Hidayatullah Polonia Medan Sumatera Utara.

Setiap hari santri harus bersabar dengan kondisi air yang sangat terbatas dengan beragam akitvitas yang begitu padat. Hal ini tentu saja membuat hambatan dalam banyak hal dan tentu saja dapat mengganggu motivasi belajar generasi pecinta Al-Qur’an ini.

Selama ini air bersih yang dapat diakses untuk keperluan mandi, mencuci, wudhu dan kebutuhan air minum diambil dari sumur bor masjid yang merupakan sumber utama dan satu-satunya yang bisa dimanfaatkan bersama oleh santri dan warga pesantren.

Namun adakalanya kebutuhan air menjadi begitu sulit. “Apalagi saat kemarau, debit air akan semakin kecil sehingga santri dan pengasuh harus rela antri untuk mendapatkan air,” jelas Ustadz Abdurrahman, pengasuh pesantren.

Oleh karena itu, Laznas BMH Perwakilan Sumatera Utara langssung bergerak dan mensupport pembangunan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih santri.

“Alhamdulillah, atas kepercayaan masyarakat, sumur cincin dengan kedalaman 6 meter dan luas sekitar 80 cm selesai dikerjakan selama empat hari. Sedikit agak lambat karena pengerjaannya ditangani langsung oleh santri,” terang Kepala BMH Perwakilan Sumatera Utara, Lukman bin Thalib.

Sebenarnya pihak profesional tinggal didatangkan. Namun, para santri ingin keberadaan mereka juga memberikan warisan manfaat bagi santri-santri yang akan datang. “Kami pun mau berpahala jugalah bang,” tutur seorang santri bernama Amirullah sembari tersenyum penuh percaya diri.

Bantuan untuk pemenuhan sarana air bersih bagi pesantren ini mendapat respon positif dari pengurus pesantren.

Pengasuh pesantren, Ustadz Sriyono, seorang pengasuh menyampaikan terimakasih kepada BMH yang telah berkenan hadir membantu pembangunan sumur ini.

“Terimakasih kami sampaikan, setidaknya telah bertambah sumber air yang bisa kami gunakan, semoga tidak ada lagi antri yang begitu panjang sampai mengganggu jadwal belajar dan ibadah para santri,” tuturnya kepada tim BMH di lokasi pembangunan sumur.

Para santri juga terlihat sangat bahagia. Kini mereka bisa beribadah dengan lancar dan belajar dengan lebih baik. “Tidak takut antri panjang,” ucap seorang santri yang disambut tawa teman-teman lainnya.

Selanjutnya tinggal penyediaan tandon air, sehingga ketersediaan air dapat menjamin kelancaran pemenuhan kebutuhan air sehari-hari para santri.

“Betapa kebaikan Anda akan terus mengalir di setiap tetes air yang mereka gunakan untuk ibadah dan menuntut ilmu. Bersama BMH mari hadirkan manfaat tiada henti bagi umat,” tutup Lukman.*/Irfan

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *