Zakat Anda Lahirkan Generasi Cinta Al-Qur’an

Telah satu tahun, kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an dilaksanakan di Dusun Eran Batu, Binuang, Polewali Mandar. Lewat TPQ Al-Aqsha, anak-anak yang mulanya belum mengenal huruf hijaiyyah, kini sebagian besar sudah bisa membaca Al-Qur’an secara mandiri, dan juga menghafalkannya.

Di Taman Pendidikan Al Qur’an yang sangat sederhana ini pula, secara perlahan dakwah mulai tumbuh dan mewarnai masyarakat sekitar. Pengajian warga telah diagendakan secara rutin, dan shaf shalat berjamaah di masjid pun mulai ada.

Meski demikian, dari 60 anak yang mendaftar, saat ini baru 40 orang anak yang bisa diikutkan menjadi warga belajar TPQ Al-Aqsha. Satu di antara 20 anak yang belum diikutkan tersebut adalah Sarliani, anak dari bapak yang menghadang ustadz Taufik dan istrinya.

Masih banyak anak yang belum bisa diikutkan sebagai warga belajar, salah satunya karena sarana dan prasarana yang masih sangat terbatas.

Aktifitas TPQ saat ini pun masih menumpang di salah satu ruang kelas madrasah ibtidaiyah di kampung tersebut.

Sebuah ruang kelas yang disekat menjadi 2 bagian, sehingga dihuni oleh 2 kelas yang berbeda. Memang, daerah yang jauh dari riuh kota cenderung berjarak dengan kemapanan. Ia akrab dengan keterbatasan. Dan menjalani peran sebagai guru ngaji ditempat ini bukan hal yang mudah.

Bersama sang istri, ustadz Taufik setiap 3 kali dalam sepekan rutin menyusuri jarak yang jauh. Setidaknya, butuh lebih dari 1 jam untuk menuju tempat ini jika ditempuh dengan mengendarai motor.

Melewati jalan yg tak mudah, berkelok, menikung, menanjak dan menurun dibibir jurang. Namun, perjuangan sepasang suami yang ditugaskan oleh BMH sebagai dai sekira 1 tahun lalu ini.

“Alhamdulillah mulai membuahkan hasil. Tepatnya beberapa hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, 20 anak telah selesai mengikuti ujian hafalan Al-Qur’an Juz 30,” ungkap Kepala BMH Sulawesi Barat, Syamsuddin.

“Ini sangat membahagiakan kami, anak-anak mulai lancar bahkan bisa menghafal, semoga kelak semakin banyak generasi yang bisa kita bina untuk cinta Al-Qur’an. Dengan zakat, saya yakin ini sangat mungkin kita wujudkan,” pungakasnya.*/Elen

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *