Yuuk Bantu Santri Penghafal Qur’an Dapatkan Air Bersih

Para santri dan pengasuh pondok pesantren

Ma’had Tahfidz Quran Center Hidayatullah Soreang menempati lahan wakaf seluas -+ 4.700 meter persegi. Terletak di Kampung Cijengkol Desa Sadu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat.

“Berada di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut membuat udara di kawasan ini sangat sejuk dan menjadi anugerah karena memiliki pemandangan alam yang indah,” ucap Kepala BMH Perwakilan Jawa Barat, Zainal.

Namun dibalik itu semua akses air menjadi kendala bagi masyarakat di kampung ini.

“Selama ini air bersih yang dapat diakses untuk keperluan mandi, cuci dan kebutuhan air minum diambil dari sumur gali milik masjid yang merupakan sumber utama dan satu-satunya yang bisa dimanfaatkan secara gratis,” terang Zainal.

Kondisi itu membuat warga harus rela antri ketika hendak mandi atau mencuci. “Itupun mereka tidak bisa mengambil sesuai dengan keinginan karena mereka sadar harus berbagi dengan warga lainnya,” imbuhnya.

Permasalahan muncul ketika kemarau menyapa, satu-satunya akses air bersih yakni sumur milik masjid tak luput dari imbas kemarau dimana debit sumber air pun mengecil sehingga warga harus sangat bijak menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari, bahkan terkadang mereka harus menunggu pagi atau sore hari untuk menimba air dari sumur tersebut karena ketika siang debit air sangat kecil dan air yang keruh.

Akhirnya kondisi tersebut menjadikan Pesantren Tahfidz Qur’an Center tak luput dari kekurangan air bersih.

“Permasalahan air bersih menjadi kendala bagi para calon penghafal kalam Illahi ini. Bukan tanpa usaha, sebelumnya pernah dicoba membuat sumur gali di lahan pesantren dengan kedalaman 17 meter, namun hanya bertahan 6 bulan saja, ketika musim kemarau tiba sumur itu pun kering dan tidak mengeluarkan sumber air lagi,” papar Zainal.

“Alhamdulillah untuk sementara ini ada pengusaha peternakan yang berjarak 250 meter rela berbagi air dari sumur artesis yang ia miliki,” imbuhnya.

Untuk itu Laznas BMH Jawa Barat membuka kesempatan bagi kaum Muslimin untuk ikut serta mensolusikan kebutuhan air bersih para santri di musim kemarau ini.

“Semoga ada dermawan yang terketuk hatinya untuk berbagi dengan para Santri Penghafal Qur’an melalui program pengadaan air bersih (Sumur Untuk Tahfidz). Pembuatan Sumur Artesis Estimasi memakan biaya senilai Rp. 75.000.000.” pungkas Zainal.*/Yusef-Yusuf

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *