Yuk Bantu Mereka Tidur di Asrama Lagi

Tampak atap asrama yang sudah tidak memadai

Telah 5 bulan lamanya, para santri Pondok Tahfidz Al-Furqan menginap di ruang kelas. Asrama kayu yang selama ini mereka tempati tidak lagi layak sebagai tempat mukim.

Beberapa bagian atap asrama bocor. Plafonnya hampir rubuh. Ketika hujan turun, sontak seisi ruangan basah. Termasuk ruangan tempat tidur santri.

Tak jarang di tengah tidur pulas para santri, mereka harus terbangun, mengungsikan barang-barang dan melanjutkan tidur di musholla kayu yang letaknya tak jauh dari asrama.

Sebanyak 28 orang santri, mukim dan dibina di Pondok Tahfidz yang terletak di Dusun Salutalawar, Desa Tadui, Mamuju, Sulawesi Barat ini.

Semuanya berasal dari keluarga tidak mampu. Bahkan sebagian besar dari mereka adalah yatim, dan juga piatu.

“Pondok Tahfidz Al-Furqan sendiri tidak membebani sepeser pun biaya bagi para santri. Karenanya, meski kondisi sarana yang dimiliki pondok tahfidz ini sangat jauh dari kata layak, Tidak sedikit para orang tua yang datang dan penuh harap agar anaknya bisa dibina di pondok ini,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat Syamsuddin.

Pihak pondok seringkali tidak enak hati jika harus menolak. Namun bagaimana lagi, ruang kelas yang sekarang ini difungsikan sebagai “asrama sementara” pun kondisinya sudah tak memungkinkan. Beberapa anak bahkan harus rela tidur hanya beralas karpet.

“Mari bersama ulurkan tangan, bantu mereka memiliki asrama lagi. Beri tempat berteduh untuk mereka menyemai bakti dan cita-citanya yang mulia. Semampu kita,” ucapnya menghimbau.*/Elen

Anda yang ingin membantu bisa langsung membuka link ini: https://kitabisa.com/asramatahfidalfurqan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *