Wujudkan Cita-cita Mereka Muliakan Orangtuanya

Setiap jiwa tentu ingin menjadi yang terbaik, karena itu dengan segenap kondisi yang ada, kita dapat melihat di dalam kehidupan, generasi muda, anak-anak remaja yang dengan segala keterbatasan finansial tetap teguh ingin mencapai cita-citanya.

Menariknya, tak semua bercita-cita ingin menjadi apa dan bekerja sebagai apa, tetapi sangat ingin memuliakan kedua orangtuanya di hadapan Allah Ta’ala.

Itulah cita-cita Aprilia, salah seorang santri putri Pesantren Ruhama Gunung Sindur Bogor Jawa Barat.

“Saya menghafal Qur’an karena ingin memulikan orangtua saya, ingin memakaikan mahkota kepadanya di hadapan Allah, nanti di surga. Ayah saya telah meninggal dunia,” ucapnya yang langsung tersendat dan kedua tangannya mengusap kedua matanya karena derasnya air mata yang tak tertahankan lagi.

Aprilia merasa bersyukur karena di dalam kondisinya yang tak lagi punya seorang ayah masih dapat belajar dan terus bisa menghafal Al-Qur’an.

“Seperti itulah sekilas tentang gambaran anak-anak yatim-dhuafa penghafal Qur’an yang dibina oleh BMH. Jadi, sungguh luar biasa orang yang peduli lantas mereka kelak menjadi penghafal Qur’an,” ujar Kepala BMH Bogor, M. Irwan.

Aprilia dan teman-temannya setiap bulan menerima bantuan pendidikan dari BMH berupa sembako yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Mari bersama BMH kita bantu anak-anak Indonesia meraih cita-citanya, membahagiakan dan memulikan kedua orangtuanya di surga, insya Allah kemudahan dan keberkahan hidup dunia-akhirat akan Allah limpahkan kepada kita semua,” imbuh Irwan.

BMH secara nasional memiliki banyak pesantren tahfidz yang membina dan mendidik anak-anak yatim-dhuafa. Tentu saja mereka juga memiliki cita-cita dan semangat yang sama. Kepedulian kita adalah wujud harapan dan doa-doa mereka kepada Allah.

Dan, yang tidak kalah menarik adalah, kepedulian kita untuk mereka akan mendatangkan kebaikan-kebaikan dunia-akhirat, bahkan secara nyata ikut mendorong terwujudnya amanah konstitusi ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengenai hal ini, Rasulullah secara langsung memberikan anjuran, karena kebaikan yang akan diperoleh sangatlah luar biasa.

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.

Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.

Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.

Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga.
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.

Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.” (HR. Muslim).*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *