Wisuda dan Tugaskan Santri Penghafal Quran Perkuat Dakwah dan Penidikan di Jawa Timur


Program pendidikan yang dilangsungkan oleh Laznas BMH tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Memang banyak sisi yang mesti beradaptasi, namun semua itu tidak menghentikan program pendidikan BMH tetap berjalan, di antaranya adalah Wisuda Santri Penghafal Quran Pesantren Darul Hijrah II di Pandaan Pasuruan Jawa Timur (21/6).

“Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang dan berliku BMH dapat melakukan penyelenggaraan acara pelepasan (wisuda) santri penghafal Quran yang dalam pelaksanaannya mengkombinasikan dua cara, yakni online dan offline,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim.

Total santri yang diwisuda pada tahun 2020 sebanyak 43 orang. Sebanyak 26 santri hadir secara offline dan 17 secara online.

“Mereka yang online karena memang tidak bisa datang disebabkan oleh beragam prosedur transportasi yang begitu rumit dan membutuhkan waktu dan biaya yang tak sedikit,” imbuh Muslim.

Acara Wisuda Akbar tersebut diisi dengan kegiatan prosesi wisudawan, ujian terbuka hafalan al Quran, pembacaan tugas, tausiyah, dan hiburan santri.

Santri penghafal Quran jenjang SMA, mereka mendapat kesempatan penugasan dan pengabdian lembaga guna mendakwahkan ilmu yang sudah dimilikinya kepada masyarakat luas melalui jejaring pesantren cabang Darul Hijrah se-Jatim.

“Mereka yang lulus setingkat SMA tugas dan pengabdian ke Pesantren Darul Hijrah di Jatim, seperti Surabaya, Pasuruan, Bangkalan, Gresik, Tuban, Probolinggo dan Pamekasan,” urai Muslim.

Imam Muslim menegaskan semua ini adalah karya umat melalui dana zakat dan sedekah.

“Dengan program tahfidz ini BMH berharap dapat terus mencetak generasi penghafal Alquran dalam bentuk beasiswa untuk mereka selama studi mulai jenjang SMP hingga SMA. Ini adalah karya umat melalui gerakan zakat dan sedekah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, BMH secara simbolis menyerahkan bantuan amanah dari masyarakat dan donatur melalui donasi pembangunan asrama dan masjid, kemudian pendidikan santri senilai Rp 5.879.097.100 dan donasi penyaluran bantuan pendidikan sebesar Rp 1.656.566.400.

“Dengan adanya pendidikan gratis dari BMH ini diharapkan bisa tumbuh para generasi masa depan penghafal Alquran melalui program tahfidz yang mampu menjadi penerus bangsa bermartabat,” harap Pengasuh Pesantren Darul Hijrah, Ihya Ulumuddin.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *