Warga Pasar di Batam Sorak-Sorai Bahkan Histeris Terima Masker Gratis

Belum lama ini pemerintah mengeluarkan instruksi untuk wajib memakai masker bagi keluarga yang beraktivitas di luar rumah. Walikota Batam pun menerapkan intruksi ini.

Namun kendala di lapangan adalah sulitnya mendapatkan masker. Jika pun ada maka harus siap menguras isi dompet hanya untuk sebuah masker. Tentu hal yang amat sulit bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan berpenghasilan harian.

Berangkat dari situasi dan dinamika di atas Laznas BMH Perwakilan Kepulauan Riau yang berkantor di pusat kota Batam langsung turun tangan membantu masyarakat memenuhi seruan pemerintah untuk menggunakan masker dengan membagi-baikan masker kain secara gratis.

“Alhamdulillah pada hari Jum’at tanggal 10 April 2020 sembari mengoptimalkan hari libur nasional BMH turun ke lapangan menyapa masyarakat sembari membagi-bagikan masker. Sejumlah 1.500 lembar masker tunai terbagi,” terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz.

Lokasi penyaluran masker ini ada di beberapa tempat, seperti pasar dan simpang lampu merah, Pasar SP di Batu Aji dan pasar Sagulung. Serta beberapa simpang lampu merah lainnya di Kota Batam.

Masyarakat begitu bahagia dan histeris menyambut kehadiran BMH di tengah-tengah mereka. Misalnya ketika memasuki pasar SP. dengan suara yang lantang dan memang di topang oleh badan yang bongsor, Nur Hamdani salah satu petugas aksi bagi-bagi masker dari BMH berseru, “Bapak-bapak, ibu-ibu, para pendagang dan segenap pengunjung , mohon izin kami dari BMH ingin menyampaikan amanah dari para donatur berupa masker. Seperti yang awak tahu dan ibu-ibu juga tahu bahwasanya walikota telah mewajibkan untuk pakai masker maka kami pun hadir di sini untuk membantu program pemerintah dalam meringankan beban masyarakat dengan cara membagikan masker. Kami lembaga zakat loh, tidak ada kepentingan lain, murni menebar amanah dari kaum muhsinin dan donatur BMH, ya, ibu, bapak,” suara Hamdani mencuri perhatian warga pasar.

Dalam hitungan detik warga pasar dan para pengunjung langsung berhambur menyerbu Hamdani dengan sorak-sorai dan suara histeris penuh bahagia.

“Terima kasih BMH, baru kalian yang peduli dengan masyarakat. Datang saat masyarakat butuh,” ucap seorang ibu-ibu dengan suara sangat lantang.

Sementara itu warga lainnya mengucapkan doa, “Semoga menjadi amal sholeh diterima oleh Allah di hari Jumat penuh berkah,” sahut warga lainnya.

Pemandangan yang sedemikian menggembirakan terjadi karena memang masker sejatinya menjadi kebutuhan masyarakat. Mereka sangat ingin menggunakan masker, tetapi lagi-lagi, harga masker saat ini menjadi hal yang tidak dapat diprioritaskan, karena pendapatan menurun dan wabah belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *