Warga Antre Pembagian Air Bersih dari BMH-AUI NTB

Krisis air bersih yang merupakan bagian ujian dari Allah Ta’ala dengan hadirnya musim kemarau panjang, kini dampaknya telah dirasakan warga di sejumlah desa di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timut. Tak ayal, kedatangan air bersih adalah anugerah besar bagi mereka.

Itulah pemandangan yang tersaji kala tim BMH-AUI NTB hadir menyalurkan amanah air bersih. “Mereka pun rela mengantre untuk menerima pembagian air bersih,” terang Kepala BMH Perwakilan NTB, Abdul Kholik.

Suasana itu terlihat saat pembagian air bersih secara gratis di Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru, Rabu (04/9).

“Warga mengantre dengan membawa sejumlah jerigen maupun ember untuk menampung air bersih. Mereka pun rela membawa beban berat dari tempat penampungan air yang sudah terisi,” imbuh Abdul Kholiq.

Antusiasme warga dalam menerima pembagian air bersih itu dikarenakan mereka mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. penampungan air milik mereka telah mengering.

Kesulitan itu dipengaruhi juga karena kemarau panjang yang terjadi setiap tahun. Hal itu tentu tak dapat memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya.

Salah seorang warga yang ikut mengantre pembagian air bersih, Inaq Miyah (56 tahun), mengaku sangat terbantu dengan adanya penyaluran air bersih yang dilakukan oleh Laznas BMH tersebut. Dia mengatakan, sejak lebih dari sebulan terakhir  penampungan air telah kering.

“Dengan adanya pemberian bantuan air bersih ini jelas warga merasa sangat terbantu,” kata Inaq Miyah.

Inaq Miyah dan warga lainnya berharap agar pembagian bantuan air bersih tersebut dapat berlangsung secara intensif selama musim kemarau. Bahkan, jika memungkinkan, mereka meminta agar bantuan tersebut dikirimkan kepada warga setiap lima hari sekali.

Seperti diketahui, selain Desa Pemongkong, krisis air bersih juga melanda warga Desa Sekaroh dan 2 Desa Lainnya. Bahkan, kalau tidak ada bantuan dari Allah Ta’ala, warga di desa tersebut terpaksa harus merogoh kocek Rp. 4000-5000 per jerigen untuk kebutuhan mandi, mencuci piring serta pakaian.

Menyaksikan besarnya harapan warga, Program Sedekah Air Bersih ini akan terus digulirkan oleh BMH sampai hujan turun di wilayah Desa Pemongkong dan sekitarnya.

“Insya Allah dengan izin Allah kami BMH akan terus berupaya memberikan bantuan air bersih ini,” tandas Kholiq.

Sungguh kemarau adalah peluang bagi kaum beriman untuk membantu sesamanya terlepas dari kesulitan. Karena mereka yang memudahkan urusan kaum Muslimin, akan Allah mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Insya Allah.*/Romdir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *