Wakaf Al-Qur’an Dirasa Berkah Tersendiri di Akhir Ramadhan

“Terimakasih, ini mah rasa berkah bagi kami di sini. Akhir Ramadhan dapat wakaf Al-Qur’an, haturnuhun ka sadayana,” ungkap sesepuh Kampung Lebak Siuh, Huzaemah (63 tahun) yang berada di Desa Suka Kersa Kecamatan Parakan Salak Sukabumi Jawa Barat, yang juga imam sholat di Mushollah Al-Iman kala menerima wakaf Al-Qur’an dari Laznas BMH (22/6).

Penyerahan Wakaf Al-Qur’an dari BMH kepada Ustadz Iwan Setiawan (41 tahun) guru ngaji di Masjid Al-Hikmah Parakan Salak Sukabumi (22/6)

Kebahagiaan Huzaemah sangat beralasan, mengingat sejak mushollanya direnovasi, Al-Qur’an yang usang masih menjadi andalan jama’ah dalam mempelajari kitab suci.

“Sekarang mah, kudu lebih rajin, ada Al-Qur’an baru dari BMH. Ingat ini wakaf untuk musholla, jangan di bawa pulang, ya,” ucapnya yang langsung disambut senyum para jama’ah.

Kepala Program Pendayagunaan BMH Megapolitan, M. Natsir menegaskan bahwa di akhir Ramadhan, BMH juga menjalankan program wakaf Al-Qur’an sebagai pengingat bagi masyarakat bahwa membaca Al-Qur’an harus tetap semangat, meski tidak lama lagi umat Islam akan berpisah dengan bulan puasa.

“Sengaja kami salurkan di akhir Ramadhan, agar masyarakat ingat bahwa membaca Al-Qur’an itu kapan saja, dan ini juga upaya kami semua untuk bersungguh-sungguh mendapatkan berkah di akhir-akhir bulan suci ini,” terangnya.

Selain musholla Al-Iman, dalam waktu bersamaan, BMH juga menyalurkan Al-Qur’an untuk Masjid Al-Hikmah yang berada di Desa Parakan Salak.

Iwan Setiawan (41 tahun) selaku guru ngaji di masjid tersebut mengaku bahagia dengan wakaf Al-Qur’an BMH.

“Tidak disangka, Shubuh seperti ini ada Al-Qur’an datang. Barokallah. Kami hanya bisa ucapkan terimakasih.

Ustadz Iwan Setiawan tadarus bersama santrinya dengan menggunakan Al-Qur’an baru dari BMH

Sekarang, anak-anak didik kami ada 40 lebih. Seperti ini adanya, Al-Qur’an sudah tua semua, sudah tidak layak lah untuk dipakai belajar lagi. Ini ada yang baru, subhanallah, terimakasih,” ucapnya di hadapan para santrinya yang sedang tadarus Al-Qur’an usai sholat Shubuh berjama’ah.

Program Wakaf Al-Qur’an memang sebuah program penting, mengingat sekalipun umat Islam mayoritas, tidak sedikit masjid, musholla, dan lembaga pendidikan Islam yang fasilitas Al-Qur’annya sangat mendesak untuk diperbarui.

“Melalui Program Wakaf Al-Qur’an, BMH siap menjadi mitra kaum Muslimin untuk memudahkan dan meningkatkan motivasi generasi muda Muslim gemar membaca dan mempelajari Al-Qur’an,” tutup M. Natsir.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *