Tingkatkan Wawasan Hukum untuk Dai dan Guru

Laznas BMH mulai memperkuat gerakan pencerdasan dai dan guru utamanya di bidang hukum. Hal ini agar para dai dan guru dapat fokus dan tidak terjebak secara emosional pada hal-hal yang sebenarnya bukanlah hal yang penting ditanggapinya.

“Alhamdulillah BMH bersama DPW Hidayatullah Jabar dalam hal ini adalah Departemen Hukum dan Advokasi menggelar training cerdas hukum bagi dai dan guru di Bandung, tepatnya di Pasirleutik, Cimuncang Padasuka,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan Asep Juhana (28/3).

Hadir dalam training ini perwakilan dai dan guru dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Narasumber dalam kesempatan itu, Dudung A Abdullah menegaskan bahwa arus informasi kadang membelokkan konsentrasi seseorang, termasuk guur dan dai.

“Tidak jarang arus informasi yang massif membuat netizen termasuk dai dan guru dituntut lebih ketat dalam memilah, memilih, mengklarifikasi dan mengkonfirmasi konten sosial media yang shahih, sehingga aman secara hukum dan dapat dipertanggungjawabkan kala disebarluaskan,” ungkapnya.

Langkah itu dinilai Dudung amat penting karena profesi guru dan dai di mata masyarakat adalah profesi yang dihormati. “Jangan sampai rusak gara-gara tidak selektif dalam bermedia sosial,” tegasnya.

Sudah banyak kasus guru dan dai yang terseret ke ranah hukum karena ketidaktahuannya akan hal tersebut. “Sekarang memang era bebas informasi, tapi tahan jari sebelum semua benar-benar valid. Saring sebelum sharing,” imbuh Dudung.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan perihal UU ITE dan UU Pendidikan Nasional serta UU Perlindungan Anak.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *