Tersentuh Doa Santri Yatim-Dhuafa Penghafal Qur’an, Komunitas Ini Langsung Berkunjung

“Alhamdulillah, kita sudah dapat video, doa-doa dari adik-adik. Itu sangat menyentuh hati kami semua. Dan, sangat menyentuh hati kami untuk selalu dekat dengan kalian. Terutama para penghafal Al-Qur’an, lebih semangat lagi, sayang, ya,” demikian ungkapan Ibu Hj. Sundari saat berkunjung ke Pesantren Binaan BMH Bogor, yakni Pesantren Darul Qur’an Al-Kautsar di Cibiong akhir pekan lalu.

“Doa-doa itu sengaja kami rekam dan kirim kepada para donatur agar apa yang menjadi harapan dari sebagian yang telah mereka donasikan untuk ikut melahirkan generasi cerdas penghafal Qur’an dapat secara langsung diraskaan. Alhamdulillah, ternyata itu menjadi asbab ibu-ibu donatur BMH dari Komunitas Muslimah Shodiqoh berkunjung langsung ke pesantren binaan BMH,” ungkap Kepala BMH Bogor, M. Irwan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Hj. Sundari juga memberikan motivasi besar kepada para santri.

“Siapa yang nanti hafal 30 Juz duluan, insya Allah akan ibu berangkatkan umroh, sekalian sama ustadznya, insya Allah, semoga Allah menghendaki,” ucapnya yang disambut ucapan ‘aamiin’ dari seluruh hadirin.

Lebih lanjut, Ibu Hj. Sundari berharap agar para santri terus mendoakannya.

“Jangan putus-putusnya mendoakan kami, ya, dik. Kami butuh doa-doa kalian. Insya Allah kami akan mengingat kalian semuanya. Kami akan memohon kepada Allah agar dapat selalu mengingat kalian, anak-anak yatim, fakir miskin penghafal Qur’an. Ini adalah karunia terbesar Allah untuk ibu, berkasih sayang dengan kalian semua,” ucapnya dengan nafas yang tersendat dan suara yang mulai berat.

Ibu Hj. Sundari merasakan kebahagiaan setiap kali bertemu langsung dengan anak-anak yatim-dhuafa penghafal Qur’an.

“Saya sangat senang, bahagia bisa bertemu dengan mereka, anak-anak yatim-dhuafa penghafal Qur’an. Sesungguhnya ini untuk memotivasi saya dan keluarga untuk tak bosan belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, belajar mencintai Allah dengan sedekah, karena ini penyelamat hati dari kikir, sombong, dan beragam kerusakan hati lainnya,” tutupnya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *