TASK Hidayatullah Jalan Kaki Lima Kilometer Antar Bantuan ke Desa Terisolir

Selepas mengirimkan bantuan ke Kampung Sukamulih di Sukajaya Bogor (11/1) TASK Hidayatullah yang terdiri dari BMH dan SAR Hidayatullah bergerak menuju daerah yang menjadi tempat program Kampung Zakat, yakni Desa Ciladaeun di Lebak Banten (12/1).

“Luar biasa, perjalanan ditempuh sekitar 4 jam dari Jakarta, kondisi jalan cukup ekstrem dan di beberapa titik terjadi longsoran yang menutupi jalan bahkan ada beberapa jalan yang longsor, sehingga tim berhenti di Desa Ciniru yang memutus akses jalur ke Desa Ciladaeun,” terang Dirut BMH Marwan Mujahidin yang memimpin tim ke lapangan.

Tidak mau kehilangan waktu begitu lama, TASK Hidayatullah mengutus satu orang untuk mengecek kondisi pesantren yang berada di Desa Ciladaeun dengan menggunakan kendaraan roda dua.

“Subhanallah, sesampai di Desa Ciladaeun hambatan baru harus dihadapi, jembatan yang menghubungkan kedua desa itu terputus akibat banjir bandang yang menerjang sehingga yang biasa disebut masyarakat di situ dengan sebutan Jembatan Pelangi tinggal kenangan,” imbuh Marwan.

Sekali lagi tim yang ada mendapatkan ujian baru. Mereka harus rela memikul bantuan dari Desa Cibiru menuju Desa Ciladeun.

“Jalan kaki dua kilometer, kemudian naik mobil doubel gardan, terus jalan kaki lagi sejauh tiga kilometer dan di antaranya harus menyeberangi sungai,” terang Koordinator Lapangan TASK Hidayatullah, Saharuddin.

Setelah itu, barulah TASK Hidayatullah bisa sampai ke Pesantren Al-Barkah yang dipimpin oleh Ustadz Hasanudin.

“Bahagia rasanya bisa datang dan menyampaikan amanah dari kaum dermawan, sekalipun harus menempuh jalan yang luar biasa, usaha yang menguji kesabaran. Alhamdulillah bantuan telah berhasil kami sampaikan ke masyarakat desa yang terisolir ini, termasuk ke Pesantren Al-Barkah,” tutup Saharuddin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *