Tangis dan Curhatan Ibu Dewi

Ibu Dewi (45 tahun) tak kuasa menahan tangisnya sesaat setelah BMH menyerahkan paket Berkah Fitrah.

Kala itu Ibu Dewi sedang berada di emperan bangunan di kawasan Sei Sekambing Medan, tempat Bu Dewi istirahat sehari-harinya (25/5).

Ibu berstatus janda dengan cacat luka bakar di wajah ini memiliki dua putri, kini hidup berpindah-pindah. Sudah sembilan tahun lamanya ia “nomaden” seperti itu.

Tepatnya semenjak ditinggal oleh suami yang meninggal karena kecelakaan lalulintas.

Ibu paruh baya asli Aceh ini berkeliling tak tentu arah bersama seorang anak bungsunya mengharap belas kasihan dari orang lain.

“Terimakasih, ya, bantuannya. Saya gak punya apa apa lagi, tapi saya tak pernah meminta, Bang. Sumpah!” suaranya tegas.

Namun tak lama ia tak sanggup menahan emosi, Air matanya memburai dan menjadikan dirinya sesenggukan.

Semakin bertambah sedih sang ibu yang pernah mengalami patah tulang di kaki itu, karena disaat sebagian orang berbahagia rayakan lebaran bersama keluarga tercintanya. Ia justru mendapat perlakuan yang sebaliknya. Ia ditolak oleh anak pertamanya yang telah berkeluarga untuk tinggal bersama.

“Tapi saya gak dendam, Bang. Mungkin ini takdir saya,” tambahnya menceritakan dengan suara tersedak.

“Ibu Dewi merupakan satu prototipe penerima manfaat Zakat tahun ini, ada beragam kisah pilu yang BMH dapati dalam menyalurkan ZIS pada Ramadhan kali ini. Jadi para relawan kadang harus siap mendengar curahan hati mereka yang memang ingin menyampaikan keluhan jiwanya,” terang Kepala BMH Perwakilan Sumatera Utara, Lukman A. Thalib.

Sekalipun program ini belum bisa mengatasi secara keseluruhan beban hidup mereka, mereka tetap merasakan ada pertolongan Allah mellaui sedekah, zakat, dan infaq kaum Muslimin melalui BMH.

“Alhamdulillah, terimakasih ini bantuannya, Bang,” tutup Ibu Dewi.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *