Tangis Bahagia Ibu Neti Terima Bantuan Tenda Payung

Laznas BMH terus mendorong pendayagunaan dana zakat secara lebih progresif dan produktif, menyasar dan mendorong mereka yang tengah berjuang untuk survive di masa pandemi ini.

Langkah itu di antaranya direalisasikan melalui program ekonomi, yakni Mandiri Terdepan. Melalui program ini pejuang keluarga, yakni para ibu hebat dalam kegiatan wirausahanya dapat semakin terdorong dan lebih baik.

Satu di antara penerima manfaat program ini adalah Ibu Neti Herawati Siregar (55 tahun) yang sejak ditinggal wafat oleh suaminya 15 tahun lalu, ia harus berjuang sendiri untuk menghidupi anak-anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Neti yang memiliki keahlian menjahit, membuka lapak vermak pakaian di tepi Jalan Sisingamangaraja Medan.

Usaha itu menjadikan ia harus rela berpanas-panasan dan kehujanan. Sebab payung yang menaunginya sudah tak layak guna lagi.

“Beginilah, Dik, kalau kepanasan masih bisa lah ditahankan tapi kalau sudah hujan, mau tidak mau, ya, harus tutup. Tapi, ya, wajib disyukurin, pantang saya minta-minta,” ungkapnya.

Melihat kegigihan Ibu Neti, seorang ibu hebat pejuang keluarga yang tak kenal lelah ini. BMH tergerak untuk membantu.

“BMH serahkan tenda payung, kursi besi dan set roda alas mesin jahit pada Rabu 2 September 2020,” jelas Irfan Mendrova, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Sumatera Utara.

“Harapannya dengan bantuan ini, Ibu Neti dapat semakin giat berusaha dan berkembang. Setidaknya tidak kepanasan dan kehujanan lagi. Dan semoga dimudahkan dalam usahanya ini,” imbuh Irfan.

Menerima bantuan tersebut Ibu Neti tak kuasa menahan haru hingga berjatuhan bulir air mata di kedua pipinya.

“Saya sangat berterimakasih atas bantuan ini, semoga Allah mudahkan rezeki dan senantiasa diberikan kesehatan.” ujarnya sambil menangis haru.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *