Tak Sekedar Ingin Tahu Sedekah, Infak dan Zakat, Murid SD ini Langsung Mengamalkannya

Belajar di waktu kecil seperti mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua, bagai mengukir di atas air. Nampaknya itu menjadi spirit anak-anak murid SD Al-Furqan Mamuju. Tak ingin tumbuh menjadi generasi yang tak mengenal syariat Islam, mereka datang ke kantor BMH Perwakilan Sulawesi Barat di Mamuju untuk belajar tentang zakat, lembaga zakat, dan pendayagunaan zakat.

“Ini inspiratif, biasanya anak-anak sekolah kunjungan belajar ke berbagai tempat yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan secara langsung, tetapi SD Al-Furqan justru mengajak murid-muridnya ke lembaga zakat, amazing,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya.

Belum lama ini, BMH mendapat kunjungan murid-murid SD Al-Furqan Hidayatullah Mamuju. Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan pengetahuan lebih dekat perihal pemahaman murid tentang zakat, Infaq dan sedekah.

Diluar dugaan, ternyata murid-murid sangat antusias. Murid-murid kelas 5A Khalid bin Walid misalnya, sempat menyampaikan beberapa pertanyaan karena baru tahu bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat membantu kehidupan masyarakat yang berhak ditolong menjadi lebih baik.

“Jadi, kalau kita zakat, infak atau sedekah, berarti kita telah menyelamatkan banyak orang,” ucapnya yang disambut amil BMH di lokasi yang bertugas menjelaskan zakat itu dengan jawaban spontan, “Betul.”

Tak mau kalah, murid lainnya, Wildan bertanya, “Apakah ketika kita memberikan makanan kepada  teman kita yang kelaparan termasuk sedekah Ustd.?”

“Ya, setiap kebaikan yang kita lakukan itu semua termasuk sedekah anakku,” jawab amil BMH saat itu.

Dan, beragam pertanyaan lain bergantian mereka lontarkan. Menariknya, di sesi akhir, para murid itu menyisihkan sebagian uang jajannya untuk disedekahkan.

“Alhamdulillah, ternyata mereka bukan sekedar ingin tahu apa itu zakat, sedekah dan infak. Mereka bahkan langsung bersedekah dari uang saku yang dimiliki. Ada hal haru terjadi, yakni saat ada seorang murid yang mengucapkan kepada amil BMH, bahwa sedekah yang ia berikan dikhususkan bagi santri penghafal Qur’an,” tutup Rahmat.*/Jamal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *