Tahap Awal Pendirian Sekolah di Pulau Tanpa Listrik Telah Dimulai

Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Nusa Tenggara Timur, memulai tahap pendirian sekolah di Pulau Longos.

Untuk mengawali pembangunan sekolah tingkat SMA satu-satunya di Pulau Longos ini (29/07/2017) BMH NTT membeli semen sebanya 100 sak, yang diangkut dari dermaga Labuan Bajo mengunakan kapal menuju Pulau Longos.

Relawan dan amil BMH mengangkut semen ke kapal untuk dibawa ke Pulau Longos (29/7)

Mengingat Pulau Longos masih terisolir, maka otomatis bahan-bahan bangunan harus didatangkan dari luar pulau. “Ini membuat anggaran semakin membengkak mengingat ongkos untuk mengakut barang mengunakan kapal juga cukup besar,” ungkap Kepala Perwakilan BMH NTT Rasman Tkella.

Tidak saja besarnya anggaran, ada tiga tahap harus  perlu kita lewati agar semen ini dapat sampai ke tempat dimana sekolah ini didirikan.

Mulai dari proses muat barang dari dermaga, tiga jam perjalanan mengarungi laut, lalu proses pembongkaran dengan mengangkatnya ke area dermaga dan tentu semen ini harus diangkat keatas pulau.

Di sinilah kemudian kita menyaksikan bagaimana Dai Tangguh BMH, Ustadz Saharudin memainkan peran, bersama sahabat-sahabatnya, juga beberapa santri yang berada di pondok yang tidak dialirit listrik ini.

“Alhamdulillah, beginilah tahapan yang kami harus lewati, semoga setiap tetes keringatnya menjadi buah kebaikan agar sekolah ini semakin bermanfaat bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di Pulau Longos, tapi pulau-pulau di sekitaran Pulau Longos,” ungkap pria lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim (STAIL) Surabaya ini penuh optimis.

Saat berita ini ditulis, tim BMH sedang menyerahkan bantuan tahap awal pendirian sekolah yang menjadi impian masyarakat Pulau Longos ini.

Sebagai komitmen terhadap upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, BMH akan terus mendukung hingga sekolah ini berdiri.

Oleh karena itu BMH mengajak semua kalangan untuk turut berkontribusi dalam merealisasikan harapan besar masyarakat di Pulau Longos guna berdiri sekolah ini.

Perlu diketahui Pulau Longos terletak di sebelah Utara Pulau Flores, NTT. Terdiri dari 3 dusun yaitu Kampung Mangge  yang dihuni sebanyak 72 Kepala Keluarga (KK), dan Kampung Baru di huni sebanyak 67 KK dan Kampung Bajo sebanyak 256 KK dengan total penduduknya kurang lebih 1.500 jiwa.

Kepedulian Anda terhadap saudara kita di Pulau Longos sangatlah berarti, sebab Pulau Longos adalah pulau di NKRI yang sama sekali belum tersentuh listrik.*/Adianto

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *