Sumur Bor Baru Mulai Pembangunan Warga Sudah Gembira Luar Biasa

Bagi sebagian besar bangsa Indonesia, air adalah hal yang biasa. Namun, tidak dengan masyarakat Desa Putukrejo Krajan 3, Kalipare, Malang. Bagi mereka air adalah impian, dambaan, dan harapan.

“Alhamdulillah, suasana haru, gembira, dan penuh kesyukuran langsung mewarnai wajah masyarakat, karena setelah sekian lama sumber air bagi mereka seperti harapan besar, kini benar-benar akan nyata hadir. Sekalipun masih memakan waktu dalam pengeboran, karena tanah yang berbatu, semua warga tersenyum dan bahagia penuh kesyukuran. Padahla baru mulai ini pembangunannya,” terang Koordinator BMH Gerai Malang, Sony Abdul Karim (1/4).

Sesepuh Yayasan Sholahudin yang juga tokoh masyarakat setempat, Muhammad Syamsi sangat berterimakasih dengan upaya BMH membangun sumur bor di desanya.

“Terimakasih tak terhingga kepada semua donatur Baitul Maal Hidayatullah yang telah berbagi kebaikan merealisasikan sumur bor di desa kami. Semoga semua keluarga diberikan kemudahan, kesehatan dan keberkahan menyertai segala aktifitas baiknya,” ungkapnya.

Sebelum ini, kala kemarau tiba warga harus mengambil air dari mata air yang berjarak tiga kilometer. Itu pun air hanya untuk kebutuhan sehari hari.

“Kalau ada uang warga tidak mau antri di sumber mata air, ya harus beli air bersih dengan harga Rp.50.000 per seribu liternya,” terang seorang warga.

Harapannya, sumur bor ini dapat menjadi kebahagiaan bagi warga, sehingga kala kemarau tiba, tidak ada lagi kesulitan mendapatkan air di desa ini.

“Semoga dengan sumur bor ini kesulitan air bersih di Putukrejo Kalipare ini teratasi. Dengan kondisi tanah yang bebatuan seperti ini, diperkirakan pengeboran memakan waktu selama 2 bulan. Mohon doa, semoga ini berhasil dan air benar-benar menjadi kenyataan bagi warga desa di sini,” ucap Karim.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *