Sukses dan Sehat Ramadhan Perlu Perencanaan & Kesiapan Mengubah Pola Hidup

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H yang penuh barokah, Laznas BMH bersama DPD Hidayatullah Bandung Raya gelar Tarhib Ramadhan dengan mengambil tema ”Sambut Bulan Suci: Bersih Hati, Sehat Jasmani.”

Mengingat penerapan protokol kesehatan acara ini digelar secara online dan offline dengan dua narasumber nasional, yakni Ustadz dr. Zaidul Akbar selaku pakar kesehatan Islami dan Ustadz Akib Junaid, dai tangguh senior BMH.

Dalam tausyiahnya dihadapan ratusan peserta online dan offline ini Ustadz Akib menyampaikan materi akan pentingnya kaum muslimin menyiapkan secara fisik juga rohani untuk kesuksesan ibadah Ramadhan.

Menurut ustad Akib, dengan mengacu pada surat Al Baqarah ayat 183 sebagai dasar kaum muslimin melaksanakan ibadah Ramadhan khususnya shaum (puasa) setidaknya ada tiga hal utama yang harus diperhatikan yakni iman, puasa dan takwa.

“Ibarat untuk menghasil sebuah hasil yang terbaik maka iman adalah bahan bakunya, puasa adalah prosesnya dan takwa adalah hasilnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dengan sederhana bahwa jika bahan bakunya sudah yang terbaik dan sempurna namun dalam prosesnya ada yang salah dan tidak sesuai standar maka dipastikan hasil produknya juga tidak akan sempurna atau bisa jadi justru cacat.

“Demikian juga sebaliknya jika prosesnya sudah sempurna namun bahan bakunya cacat atau tidak utuh maka bisa dipastikan juga hasilnya tidak akan sempurna atau tidak akan menghasilkan produk terbaik,”jelasnya.

Untuk itu ustadz Akib berpesan sekaligus mengajak, agar hasil sebagai insan yang takwa sebagai puncak keberhasilan ibadah Ramadhan maka pondasi iman harus kokoh dan proses ibadah puasanya pun harus sempurna sesuai tuntunan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

“Maka itu yang tidak kalah pentingnya adalah proses evaluasi yang baik dan perencanaan yang baik pula. Evaluasi kembali ibadah Ramadhan kita tahun lalu dan rencana yang lebih baik lagi ditahun sekarang. Jangan sampai menjalani Ramadhan tidak ada perbaikan dan peningkatan kualitas ibadah,” jelasnya.

Sementara itu pakar kesehatan islami Ustadz dr.Zaidul Akbar memberikan paparan tips sukses menjalani ibadah Ramadhan baik dalam kualitas ibadah (rohani) maupun dalam kualitas kesehatan (jasmani).

Menurut dr.Zaidul Akbar masih banyak kaum muslimin yang menjalani ibadah selama Ramadhan khususnya shaum (puasa) yang hanya berkisar pada masalah menu makanan dan perubahan pola makan saja.

“Jangan sampai dari tahun ke tahun atau dari Ramadhan ke Ramadhan urusannya hanya soal menu buka puasa dan menu sahur saja. Padahal ibadah Ramadhan bukan hanya puasa saja,” urainya.

Selain itu, imbuh dr.Zaidul, pola makan yang tidak sehat juga masih kerap dilakukan kaum muslimin saat menjalani ibadah puasa baik saat buka puasa maupun saat sahur. Menurut pola makan dengan mengandalkan tinggi karbohidrat namun rendah serat dan juga tingginya asupan gula masih menjadi kebiasaan harian selama Ramadhan.

“Bukan rahasia lagi menu gorengan (tepung-tepungan) dan konsumsi minuman dengan gula putih yang tinggi masih menjadi menu favorit selama Ramadhan khususnya saat berbuka. Padahal pola makan yang jauh lebih sehat bisa dilakukan dan mudah untuk dikerjakan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut dr.Zaidul juga menyampaikan beberapa resep dan tips makanan sehat selama menjalani ibadah Ramadhan sehingga puasa itu menyehatkan bukan sekedar dalil melainkan terbukti nyata.

“Makanan sehat selama Ramadhan itu sebenarnya tidak harus mahal bahkan bahannya ada disekitar kita. Yang terpenting adalah mau tidak kita mengubah pola makan menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Acara Tarhib Ramadhan 1442 H ini diikuti ratusan peserta baik offline maupun online. Beberapa peserta online hadir dari beberapa kota di Jawa Barat dan Indonesia.

Kepala BMH Perwakilan Jawa Barat, Rahmat Hidayat menegaskan ini adalah bagian dari lembaganya ikut mensyiarkan dakwah untuk kecerdasan dan kemajuan umat.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *