Spirit Hijrah dan Kebahagiaan Anak Yatim-Dhuafa Ternate

Tahun baru Islam 1440 Hijriah menjadi momentum menyenangkan bagi anak-anak Yatim dhuafa di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Ternate, Halmahera, Maluku Utara. Momentum tersebut pun menjadi program tahunan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) se-Indonesia.

Kegiatan itu digelar oleh BMH Perwakilan Maluku Utara di lokasi Panti Asuhan Al-Huda Ternate, Maluku Utara (24/9).

“Rangkaian kegiatan Muharram tersebut terbagi dalam tiga kegiatan, seperti diawali dengan siraman rohani, pengajian, upgrading dai oleh Ustadz Anshar Amiruddin, kemudian kegiatan buka puasa bareng dan penyerahan paket bantuan perlengkapan sekolah oleh BMH kepada anak-anak binaan yatim-dhuafa,” terang Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara, Arif Ismail, SE.

“Momentum Muharram ini selain sebagai realisasi program, juga menjadi muhasabah untuk berhijrah yang lebih baik dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dhuafa yang juga binaan BMH, baik secara materi maupun siraman rohani agar mereka kelak menjadi manusia yang berilmu dan beradab serta tau sirah perjuangan Rasulullah SAW,” imbuhnya lebih lanjut.

Dalam upgrading dai, Ustadz Anshar Amiruddin mengatakan, anak-anak diciptakan dalam keadan fitrah dan penuh perlombaan karena yang terlahir itulah yang menang. “Maka teruslah berlomba dalam kebaikan, sehingga hijrah yang paling baik adalah hijrah ke masjid, karena masjid adalah sentral ilmu dan peradaban,” ulasnya.

Ia menambahkan kepada anak-anak bahwa moment hijrah ini adalah semangat dalam menjemput panggilan Allah untuk ke masjid, karena untuk meraih kemenangan tidak bisa jauh dari masjid.

Berikut kegiatan buka puasa dan penyaluran puluhan paket bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak binaan Panti Asuhan Al-Huda Ternate.

Wahyu, salah satu anak yatim yang hadir dalam acara tersebut sangat senang. Karena ada kekurangan beberapa alat belajar, sehingga baginya sangat tepat dengan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa buka puasa sama-sama deng dapa bingkisan alat tulis, karena buku saya ada kurang dan pena pun sudah hilang, terima kasih BMH,” cerita Wahyu.

Semoga kehadiran BMH memberikan warna dan manfaat bagi warga masyarakat terlebih mereka yang termarginalkan, belum dapat layanan pendidikan yang baik di pelosok pedalaman di negeri ini.*/Ilham

 

 

 

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *