Soft Opening Warung Berkah Tahap Pertama

Komitmen BMH Kaltim memberdayakan kaum dhuafa salahsatunya diwujudkan dengan membangun fasilitas usaha dalam bentuk warung berkah, yang pada tahap pertama ini dimulai dengan 5 unit warung.

Warung berkah tahap pertama resmi dibuka di Jl. Mulawarman Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

Pembangunan tahap awal ini secara resmi telah dilakukan soft opening (1/7) dan secara langsung peresmian dilakukan oleh oleh Ketua Pembina dan Pengawas Syariah BMH Pusat, DR. Nashirul Haq, Lc. MA.

Dalam sambutannya, Nashirul Haq memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan BMH Kaltim.

“Program ini sebuah usaha yang sesuai dengan tujuan syariat zakat dan sedekah, bagaimana agar manfaat zakat dapat memberdayakan dan memberikan perubahan nyata bagi dhuafa atau mustahik agar mereka lebih mandiri dan bermartabat,” terangnya.

Menurut Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Kaltim Muhammad Rofiq, program tersebut menjadi salahsatu program yang mendapat perhatian BMH Kaltim di tahun 2019.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pengerjaan selama 2 bulan, 5 unit dari 20 unit yang kita rencanakan berdiri di kawasan ini sudah dapat digunakan oleh mustahik binaan untuk membuka usaha, diharapkan uji coba program ini bisa memberikan dampak positif terhadap mereka,” jelas M. Rofiq.

Ditargetkan jumlah warung berkah yang terbangun bisa mencapai 100 kios dan dalam pengelolaannya akan melibatkan banyak pihak sebagai mitra.

“Amanah zakat dan sedekah dari masyarakat, Insya Allah akan kami wujudkan melalui program ekonomi produktif. Kami akan sinergi dengan masyarakat, baik perorangan, komunitas, majelis-majelis ta’lim, instansi dan masjid-masjid. Kami berharap akan memberikan manfaat lebih luas jika dilakukan sinergi,” tandasnya.

Berbagai macam jenis dagangan telah dibuka di kios tersebut, di antaranya usaha makanan ringan, usaha air mineral kesehatan, usaha herbal, usaha pakaian dan butik, usaha pakan ternak dan usaha ayam potong serta ikan.

“Cukup banyak mustahik yang telah mendaftar, namun untuk tahap awal kami seleksi agar benar-benar penerima manfaat tepat sasaran dan mereka yang lolos ingin sungguh-sungguh menjalankan usahanya, tidak setengah-setengah,” tutup Rofiq.*/Mrof.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *