Sinergi Pembinaan Warga Pulau bersama Mahasiswa KKN, Bahagiakan Warga Pulau Penyangga Batam

BMH Kepri membuat terobosan dengan menggandeng Institut Agama Islam Abdullah Said Batam menggiatkan pembinaan generasi muda di kawasan Kepulauan Riau melalui program KKN, termasuk di pulau-pulau penyangga Kota Batam (hinterland) seperti di Pulau Panjang Barat, Pulau Panjang Timur dan Kampung Muslim Pulau Seraya.

“Upaya membina masyarakat, khususnya generasi muda dengan melibatkan mahasiswa yang sedang KKN dari Institut Agama Islam Abdullah Said, merupakan satu hal yang penting, sehingga dua sisi bisa ditingkatkan kapasitasnya, anak muda di pulau-pulau sekaligus anak muda yang sedang menimba ilmu, sehingga lebih terampil dan peduli dalam masalah keummatan,” terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz (5/8).

Terlebih dalam sepekan berlangsung, program ini mendapat sambutan positif dari warga. Seperti diungkapkan Ibu RT dari Pulau Seraya.

“Kami senang dengan adanya pembinaan mahasiswi di pulau kami yang didukung BMH.

Kalau mereka balik ke Batam kami pasti tak bisa menahan tangis, anak-anak juga tentu merasa kehilangan karena kedekatan dan keakraban para remaja yang dibina dengan adik-adik mahasiswi selama ini,” tuturnya yang diamini dengan anggukan ibu-ibu warga lainnya.

Lebih jauh, tokoh masyarakat setempat, Bapak Sulung mengatakan dengan mantap, kalau bisa setiap tahun dikirim terus mahasiswa dan mahasiswi ke pulau ini untuk membina masyarakat.

“Kami siap menyambut kedatangan mahasiswi atau mahaiswa yang dibawa oleh BMH dari Hidayatullah yang akan KKN setiap tahunnya di pulau kami karena kami sudah merasakan manfaatnya,” ungkapnya semangat.

Dalam program ini para mahasiswa dan mahasiswi akan menjalankan fungsi sebagai dai dan daiyah yang bertugas mendampingi warga dalam ragam kegiatan, mulai sosial hingga spiritual.

“Mereka wajib membina warga dengan mengajarkan baca Alquran, baca tulis untuk anak-anak, menggelar even bersama, termasuk khutbah dan tausiyah di masjid,” jelas Abdul Aziz.

Terakhir sesepuh setempat, Atok Somad memberikan apresiasi yang begitu tinggi.

“Mahasiswa dari Hidayatullah ini pemuda yang langka. Ini mengingatkan Atok pada kisah pemuda Ashabul Kahfi. Mereka tekun beribadah dan sopan pada orang tua. Mereka mau datang ke pulau dengan fasilitas terbatas, shalat jama’ah tiap lima waktu dan membina anak-anak temaja di pulau kami, langka ini di masa seperti sekarang,” tuturnya bangga.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *