Sinergi BMH bersama FOZ untuk Rohingya

Sabtu 9 Oktober 2017, dilakukan penyaluran bantuan berupa logistik pangan kepada 1.500 pengungsi.

Paket yang diberikan berisi beras, garam, kentang, bawang, minyak, cabe, dan pulse/dal. Kebutuhan pangan pengungsi cukup tinggi, setelah perjalanan panjang yang mereka lalui selama berhari-hari. Pembagian dilakukan di Kamp Balukhali, Cox’s Bazar, Bangladesh. Ini adalah kamp penam​pungan pengungsi yang baru beberapa pekan mengungsi ke Bangladesh.

Kaum Rohingya, adalah minoritas muslim di Myanmar yang mengalami represi dan persekusi oleh pemerintah Myanmar. Mereka menyeberangi perbatasan untuk menyelamatkan nyawa dan berlindung dari ancaman represi di Myanmar.

Mengingat masifnya skala bencana kemanusiaan Rohingya ini, Cox’s Bazar seketika menjadi tempat yang sibuk karena menjadi basis untuk organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan dari seluruh dunia, termasuk lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan Indonesia yang menggabungkan diri dalam Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) atau juga dikenal sebagai Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

Saat ini, tim kesehatan sudah mendapatkan izin beroperasi dari pemerintah Bangladesh sehingga sudah bebas melayani para pengungsi Rohingya. Hal ini berbeda dari tim relief atau pemberi bantuan logistik yang terpaksa harus menunggu lama sampai izin dikeluarkan otoritas Bangladesh yang tampaknya kerepotan mengelola krisis kemanusiaan sebesar ini.

Tetapi itu pegiat kemanusiaan dari IHA tidak kehilangan akal untuk menyalurkan bantuan. Dengan menggandeng mitra lokal dan militer, bantuan tetap bisa didistribusikan. “Hari ini kami menyalurkan bantuan senilai 1.785.000 taka, setara dengan Rp 289.170.000,” kata Amin Sudarsono dari Forum Zakat (FOZ), Sabtu (9/10).

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menjadi anggota Forum Zakat (FOZ), juga bagian dari AKIM/IHA. Menggandeng mitra lokal HELP Cox’s Bazar, BMH dan FOZ yang tergabung dalam IHA menyalurkan bantuan ke titik pengungsian di Kamp Balukhali yang merupakan terbesar kedua, setelah Kutupalong.

“Kami ingin para pengungsi Rohingya ini siap fisik dan mental untuk kehidupan lebih baik di tempat lain. Kami tak bicara soal kembalinya mereka ke Myanmar karena itu urusan politik yang tentu bukan wilayah kami,” kata Amin.

“Insya Allah, setelah logistik diurusi oleh Badan PBB untuk Pengungsi, baik UNHCR maupun IOM, bantuan Indonesia akan diarahkan ke hunian sementara, sanitasi, toilet dan kebutuhan lainnya,” terang Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Pusat Dede HB.*/Rawi

 

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *