Siapkan Pendirian Rumah Qur’an di Kampung Mualaf Selat Kongki

Laznas BMH terus hadirkan manfaat kebaikan dari penghimpunan dan pengelolaan dana zakat, infaq dan sedekah hingga ke masyarakat kepulauan.

“Alhamdulillah kesadaran umat dalam zakat, infaq dan sedekah jadikan BMH dapat terus alirkan kebaikan bagi masyarakat Selat Kongki di Lingga Kepri. Setelah rampung membangun masjid, BMH juga membangun sumur bor, karena warga muslim muallaf di kampung ini kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk dapat air bersih, warga harus menggunakan sampan kecil mencari air bersih di sumber air yang terletak cukup jauh dari perkampungan. Saat ini, Alhamdulillah, air bersih telah mengalir ke rumah-rumah warga melalui pipanisasi. Kini BMH siapkan pembangunan Rumah Qur’an,” kata Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz (14/6).

Rumah Qur’an akan menjadi sarana penguatan dakwah dai tangguh BMH dalam upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Alhamdulillah BMH terus hadir membahagiakan kami di sini, dari masjid, sumur bor, dan sekarang persiapan pendirian Qur’an. Sekarang saya sudah hafal beberapa surat pendek berkat bimbingan dai BMH. Untuk Alquran saya sudah belajar sampai Iqra 3,” ucap Ketua RT setempat, Abdullah, bahagia.

“Ibu-ibu siap untuk terus belajar membaca al Qur’an?” tanya Abdul Aziz, ketua BMH Kepri pada sejumlah ibu-ibu muallaf di selat Kongki, Kepulauan Riau.
“Siap, pak ustadz.” Jawab mereka penuh semangat.

Sebagai bentuk kepedulian pembinaan yang berkesinambungan, BMH Kepri, menugaskan seorang pembimbing agama di Selat Kongki, alhasil, Abdullah, ketua RT setempat bersyukur telah menghafal surah-surah pendek seperti al Ikhlas dan An Nas, untuk pembelajaran baca tulis al Qur’an, Abdullah sudah sampai jenjang Iqra’ 3.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lingga, Ustadz Badi’ul Hasani mengapresiasi program BMH ini.

“Kami dari MUI mendukung gerakan dan program BMH, nyata mencerdaskan umat melalui Alquran. Dan, kita tahu bersama bahwa Alquran adalah benteng yang harus perkuat, sehingga para warga hendaknya menjaga semangat dalam mempelajari Alquran,” tuturnya.

Perkampungan mualaf Selat Kongki terletak di atas air dengan penduduk sekitar 60 jiwa.

“Sebenarnya mereka telah resmi masuk Islam sejak 2006, namun baru tiga bulan terakhir pembinaan intensif mulai aktif dilakukan. Dan, ini BMH yang terus aktif,” imbuh Ustadz Badi’ul Hasani.

“Tentu masih terbuka ruang amal kebaikan, amal jariyah, wakaf dan beragam sarana menuju ridha Allah dengan memberdayakan sesama. BMH senantiasa siap menjadi mitra umat untuk dakwah dan pendidikan hingga masyarakat kepulauan,” tutup Aziz.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *