Siagakan 3 Ambulan Antisipasi Korban Gunung Agung

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas Gunung Agung memasuki fase kritis, karena gunung itu telah mengalami gempa tremor terus menerus (overscale) yang terjadi antara pukul 13.30 Wita hingga 14.00 Wita.

“Fenomena ini baru pertama kali terjadi dan kondisi ini menunjukkan Gunung Agung memasuki fase kritis,” kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika, saat dihubungi di Karangasem, Selasa (28/11) seperti dilansir republika.co.id.

Namun demikian, pantauan BMH di lapangan, penduduk radius 10 Km masih bertahan alias belum merasa perlu untuk mengungsi.

Akan tetapi, sebagai upaya antisipasi dari ditetapkannya fase kritis Gunung Agung, BMH telah mempersiapkan dua armada ambulan guna mencegah terjadinya hal tak terduga secara tiba-tiba.

“Kami telah mendapatkan bantuan kirimkan dua armada ambulance dari BMH Jawa Timur. Alhamdulillah, pagi ini sudah tiba di Karang Asem Bali. Jadi total ambulan yang disiagakan sebanyak 3 unit,” terang Kepala BMH perwakilan Bali, Abdul Hamid (29/11).

Direncanakan, dua armada ambulance yang telah tiba akan digunakan untuk patroli dan siaga di dua posko BMH di Bali.

“Dua armada ambulan akan standby dan mungkin keliling di dua posko yang ada. Posko I ada di Desa Buitan Kecamatan Manggis. Posko 2 BMH ada di Jalan Raya Bebandem Dusun Kecicang Kecamatan Bebandem Karangasem,” imbuh Hamid.

Dua hari berjalan, BMH telah melakukan penyaluran bantuan berupa masker dan bahan makanan ringan untuk warga yang berada di sekitar posko.

“Beberapa warga juga mulai tampak mengirimkan bantuan untuk antisipasi melalui BMH. Ada yang mengirim sembako, dana dan berabgai kebutuhan keseharian kala nanti terjadi pengungsi,” pungkas Hamid.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *