Serunya Lomba Tujuhbelasan di Kamp Pengungsi Gempa NTB

Gema tawa kebersamaan kerap mewarnai suasana kamp pengungsian. Hal ini karena hari ini ratusan anak pengungsi gempa NTB mengikuti berbagai macam lomba menyambut hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Meskipun dalam kondisi darurat, mereka sangat antusias memeriahkan lomba.

Kegiatan itu digelar oleh relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan SAR Hidayatullah. Di posko pengungsi Dusun Cupek, Sigarpenjalin, Tanjung Lombok Utara pada Kamis, (16/08/2018).

Ada aneka lomba yang digelar, seperti lari kelerang, lari karung, origami, tarik tambang, makan kerupuk, lomba adzan dan lain-lain.

Rama (10 tahun), salah satu peserta, mengaku sangat senang mengikuti lomba-lomba tersebut. Walapun masih rumahnya telah rata dengan tanah dan tinggal di kemah, wajahnya nampak ceria.

Senada dengan Gani (12 tahun) dengan wajah cerianya dia mengaku bahagia dan senang. Mekipun dilengannya masih dililit perban karena luka saat gempa, ia sangat sumringah.

Yohan Winarno, koordinator kegiatan ini mengatakan, selain perayaan hari kemerdekaan, kegiatan ini juga sekaligus proses trauma healing keoada anak-anak pasca gempa.

“Semoga lomba-lomba ini membuat mereka semakin ceria dan lupa dengan traumanya usai gempa,” terangnya.*Siraj

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *