Senyum dan Pelajaran Hidup dari Inzar Pedagang Bubur Sumsum

Inzar, 58 tahun, asal Wonogiri, sudah lima tahun jualan bubur sumsum. Dan, di masa pandemi Covid-19 ini ia merasa sangat terdampak, pendapatannya menurun dan sering tidak menentu.

Inzar ditemui oleh BMH di kawasan Kebon Duren, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (06/05/2020).

Ia bertutur sederhana. “Ya, terus saja dicoba, Mas. Siapa tahu, ya, kan. Walaupun seringnya ya, susah, turun terus,” ungkapnya.

Padahal, saat ini ia telah mengurangi stok dagangannya. “Tapi tetap, hasilnya memang harus sabar, penjualan tidak banyak,” imbuhnya.

Namun ia sadar bahwa situasi sulit ini memang menghantam hampir siapa saja.

“Saya maklumi lah,” tutur pria yang tinggal di salah satu gang di Depok ini.

Inzar mengaku, dari hasil dagangannya, hanya buat hidup sehari-hari. Boro-boro mau mikir jadi kaya, katanya, yang penting sudah bisa buat makan sehari-hari saja, sudah sangat disyukurinya.

“Cukup gak cukup itu di sini,” ujarnya seraya menunjuk bagian hatinya.

Jadi, meskipun banyak yang diterima, kalau gak bersyukur, berarti gak cukup. Tapi meskipun sedikit, kalau bersyukur, berarti cukup.

BMH pun menyerahkan paket sembako yang merupakan program untuk membantu ketahanan pangan pejuang keluarga yang terdampak Covid-19.

“Terima kasih banyak ini buat BMH,” ungkapnya setelah menerima bantuan paket sembako dari BMH.

Selanjutnya Inzar berlalu di tengah terik mentari yang saat itu begitu terik.*/Nelson_K

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *