Senyum dan Doa dari Lidia Asso

Sebagai Laznas dengan jaringan yang juga eksis di Papua, yakni Jayapura, Merauke, dan Nabire, akses dengan langkah cepat untuk distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkaupun dapat dengan mudah dilakukan oleh BMH. Belum lagi dengan dukungan jaringan dai tangguh yang tersebar di berbagai pedalaman di Papua.

Distrik Walesi berada di pedalaman Pegunungan Tengah Papua. Untuk ke sana harus menggunakan pesawat rute Jayapura-Wamena.

“Pesawat ada Walesi Air Service dan Trigana Air,” terang Kepala BMH Perwakilan Papua, Sahriadi (29/5).

“Setiap bulan ada dai tangguh yang datang ke Wamena dan di antaranya menuju ke Walesi untuk pembinaan muallaf dan dakwah masyarakat setempat,” imbuhnya.

Dengan rute perjalanan yang harus melalui udara, sudah barang tentu bantuan ke Walesi bukanlah hal yang sering terjadi. Oleh karena itu, kala BMH datang menyapa para santri yang berada diPesantren Istiqomah Walesi, mereka senang luar biasa. Satu di antaranya adalah Lidia Asso.

“Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih kepada BMH yang jauh dari Jayapura ke tempat saya kasih kado lebaran. Saya dan teman-teman sangat senang. Luar biasa Islam,” ungkap santri yang menuntut ilmu di Jalan Mersugun Asso, Walesi itu.

Lidia Asso adalah putri asli Wamena, menjadi santri baginya adalah sebuah anugerah dan keindahan dalam hidupnya. “Saya senang menjadi santri, saya doa untuk semua umat Islam yang selalu membantu saya dan teman-teman di sini,” ucapnya.

Selama Ramadhan 1441 H, Laznas BMH Perwakilan Papua terus bergerak menyapa para santri yang dibina para dai tangguh. Di antara mereka ada yang anak-anak dari penduduk trans, perantauan, dan juga penduduk asli.

“Sedekah dan zakat kaum Muslimin untuk wilayah Papua akan menguatkan gerakan kaderisasi dai dan kemajuan dakwah dan pendidikan umat di masa depan,” tutup Sahriadi.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *