Senyum Bapak Nasep, Pejuang Keluarga Tangguh dari Karawang

Usia tidak lagi muda (63 tahun) namun semangatnya menjaga kehormatan diri sangat tinggi.

Bapak Nasep panggilannya, sehari-hari ia jualan tape uli. Dengan cara itulah ia terus berjuang dengan mencari nafkah, menjaga kehormatan diri dan keluarga dengan berjualan. Padahal usianya telah kian tua.

Bahkan, ia mesti tegar menjalani proses ini. Sebab ia tidak tinggal di Jakarta.

“Jadi setiap hari, beliau rela harus berangkat dagang keluar rumah dari Kota Karawang ke Jakarta demi niat dan tekad yang tulus untuk terus menafkahi keluarganya,” terang Koordinator Aksi Tebar Buka Puasa Berkah BMH, Fajar Fahmi yang bertemu Bapak Nasep di Cipinang Jakarta Timur (3/5).

“Saat saya temukan, beliau sedang istirahat dan berteduh di bawah pohon. Hari itu panas matahari cukup menyengat. Saya melihat sosok tubuh renta dan lusuh yang beberapa kali mengelap keningnya dengan handuk yang dikalungkan di lehernya. Tak tega rasanya. Saya membayangkan betapa lelahnya perjalanan yang beliau tempuh untuk mendapatkan rezeki halal,” imbuh Fajar Fahmi.

Namun jangan dikira, sekalipun seharian berkeliling menjajakan tape uli, Bapak Nasep ternyata masih puasa.

Ia menjawab, “Alhamdulillah, dek, saya masih kuat.”

Melangkah Sampai Lelah

Setiap hari, Bapak Nasep ke Jakarta dari Karawang berangkat dengan kereta.

“Turun di Jakarta, saya langsung melangkah, kemana saja, sejauh kaki saya kuat melangkah,” ungkapnya.

“Soal rezeki tidak tentu, dek. Tapi yang pasti asal halal. Karena ini untuk makan keluarga, harus baik, bersih, walau harus saya cari dengan susah payah, tidak apa-apa,” imbuhnya.

Fajar Fahmi pun terenyuh hatinya. Ia pun respek ingin memeluk Bapak Nasep. Namun, sebagai bagian dari tim Satgas Covid-19 ia sadar dan ingat. Akhirnya Fajar Fahmi hanya bisa diam terpaku.

“Ini pelajaran penting bagi kaum muda. Bahwa mendapatkan yang halal, menjaga kehormatan diri itu penting. Jangan harap bisa maju kalau tidak mau berjuang. Dan, bagaimana kita bisa maju, kalau dalam sehari lebih banyak waktu puasa dipakai rebahan. Sedangkan Bapak Nasep ini setiap hari keliling jualan,” ungkap Fajar berapi-api menyampaikan kesan dan hikmah bertemu Bapak Nasep.

Bapak Nasep hari itu pun tersenyum bahagia.

“Terimakasih, ya, dek. Ini juga bagian dari rezeki, saya tidak sangka akan bertemu adek. tapi begitulah rezeki, Allah datangkan dari arah manapun juga. Terimakasih ya, salam kepada adek-adek, BMH,” tutupnya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *