Sebelum Ramadhan, Pembangunan Asrama Santri Yatim-Dhuafa Penghafal Quran Ditargetkan Tuntas

Menyambut Ramadhan 1441 H, nuansa kegembiraan penuh harap menyelimuti kehidupan pengurus dan para santri pesantren yatim-dhuafa penghafal Alquran di Dusun Palasari, Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.

“Alhamdulillah progres pembangunan asrama ini berjalan sangat baik, sejak Maret tahun 2019 sampai sekarang sudah tinggal beberapa tahap lagi. Harapannya, sebelum Ramadhan sudah bisa digunakan, sehingga para santri dapat tinggal di asrama yang layak,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya (6/4).

Asrama ini nanti akan dihuni pleh 140 santri dengan rincian 65 santri putra dan 75 santri putri. Para santri berasal dari desa-desa di Sulawesi Barat, sebagian adalah putra-putri warga transmigrasi.

“Kalau melihat semangat belajar dan antusiasme Ramadhan di asrama baru, rasanya ingin segera menuntaskan pembangunan ini. Maka ini kami berusaha mengebut pengerjaannya dengan baik. Semoga sebelum Ramadhan benar-benar dapat ditempati oleh adik-adik santri di sini. Karena asrama yang lama juga sudah kian buruk kondisinya,” jelas dai tangguh BMH yang juga pengasuh pesantren Ustadz Gunawan.

Pria asli Tompo Bulu, Gowa, Sulsel itu pun mengucapkan terimakasih kepada BMH dan segenap donatur.

“Kami sampaikan rasa syukur sekaligus terimakasih kepada BMH dan segenap donatur yang setia mendukung program kami di sini, insya Allah sedekah dan amal jariyahnya akan bernilai besar, sebab di sini anak-anak yatim-dhuafa, bahkan yatim piatu ada yang tinggal di pesantren dan terus belajar Alquran. Semoga Allah berikan balasan terbaik,” ungkapnya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *