SDIT Al Bayan Peduli Korban Gempa Sulawesi Barat

Sekalipun sekolah kini menerapkan pembelajaran secara online, dalam hal kepedulian hal itu tak menyurutkan semangat berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Hal itulah yang dibuktikan oleh SDIT Albayan Makassar. Pembelajaran secara online tetap menguatkan kepedulian secara nyata, sehingga siswa dan orangtua dapat bekerjasama menghimpun dana untuk disalurkan ke korban gempa di Sulawesi Barat.

Pihak Sekolah Ruslan Ibrahim menuturkan bahwa situasi apapun kepedulian harus diwujudkan.

“Bantuan infak ini dari orang tua dan siswa. Patungan donasi dilakukan melalui transfer lalu di belanjakan. Kami ingin siswa dalam kondisi apapun dapat tetap berempati dan berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan,” tuturnya.

Selanjutnya hasil dari upaya tersebut dihitung dan diserahkan kepada BMH.

“Terkumpul bantuan berupa beras, mie instan, dan kebutuhan bayi serta uang tunai. Bantuan tersebut diamanakan melalui Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah untuk disalurkan ke Majene dan Mamuju,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Kadir (22/1).

Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Manajer Markom dan Penghimpunan Laznas BMH Sulsel, Basori.

“Bantuan dari SDIT Al-Bayan ini dikirimkan ke Majene dan Mamuju bersama pengiriman relawan tahap dua,” ungkap Basori.

Adapun program yang akan di lakukan selain pemenuhan logistik di titik posko dan dapur umum yang telah didirikan sebelumnya, Laznas BMH akan membuka dapur umum berkapasitas besar di Kota Mamuju.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *