Santriwati Yatim Dhuafa Penghafal Alquran Kini Miliki Asrama Sendiri

Memberikan layanan pendidikan bagi generasi bangsa sungguh begitu luas lingkup yang harus dijangkau, mulai dari beasiswa hingga sarana dan prasana yang sangat dibutuhkan agar proses pendidikan berjalan dengan baik.

“Hal itulah yang terus diupayakan oleh Laznas BMH secara perlahan di berbagai wilayah di Indoensia, termasuk Sulawesi Selatan. Alhamdulillah berkat kepercayaan umat dapat membangun asrama untuk santriwati penghafal Alquran di Maros,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Kadir (2/11).

Sejumlah 18 santriwati yatim dhuafa penerima beasiswa penghafal Alquran dari Baitul Maal Hidayatullah Sulawesi Selatan kini telah tinggal di asrama sendiri.

“Alhamdulillah kami para santriwati sangat bersyukur kini kami telah memiliki asrama sendiri, terimakasih BMH dan seluruh donatur yang memberikan bantuan untuk kami di sini,” ungkap Mahdaniah salah seorang santriwati.

“Mereka sangat bersyukur, sekalipun masih berupa asrama panggung sederhana,” imbuh Kadir.

Asrama yang terletak di Dusun Baku, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros ini nantinya akan menjadi pusat aktivitas yang menunjang kegiatan belajar para santriwati.

Asrama dengan model rumah panggung tersebut dibagi beberapa bagian, bagian atasnya difungsikan menjadi tempat tidur para santri. Sementara kolong bawah asrama, disekat menjadi ruang belajar sekaligus musholla.

“Sebelumnya, selama 1 tahun 18 santriwati ini menumpang tinggal dan belajar di sebuah rumah kontrakan. Yang lokasinya tidak jauh dari asrama mereka yang sekarang. Subhanallah ini adalah wujud satu kekuatan solidaritas, karena ini semua merupakan patungan banyak muhsinin (orang baik) yang sinergi bersama BMH,” jelas Kadir.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *