Rumah Singgah Pembinaan Muallaf Suku Terasing

Tetap sholat berjama’ah meski sibuk bekerja membangun rumah singgah untuk pembinaan Suku Terasing, Togutil

Membina suku terasing, bukanlah perkara ringan dan mudah. Selain butuh waktu panjang, energi dan biaya juga tidak sedikit.

“Dari sisi transportasi saja sudah terlihat, belum yang lain,” ujar dai tangguh BMH di Ternate, Nur Hadi.

Namun demikian, untuk menjadikan hidup kita bermakna di sisi Allah Ta’ala, hal yang berat dan panjang ini harus tetap diperjuangkan.

“Karena suku terasing adalah kelompok masyarakat yang baru akan belajar hidup dengan baik, kesabaran dai juga tidak kalah penting,” imbuh Nur Hadi.

Oleh karena itu, tahap kedua setelah pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan logistik suku terasing di Halmahera, kini BMH berkonsentrasi membangun rumah pembinaan Muallaf yang berlokasi di Sofifi Halmahera Maluku Utara.

“Alhamdulillah tahap demi tahap proses pembangunan rumah singgah Muallaf Suku Terasing Pedalaman Halamhera, Suku Togutil terus berlanjut. Dua unit rumah Insya Allah siap huni,” terang Nur Hadi.

Menariknya, beberapa orang suku ikut membantu proses pembangunan ini.

“Mereka ada 7 orang yang datang dari rimba Halmahera 3 hari lalu. Mereka ikut angkat papan, aduk semen dan membantu pekerjaan tukang lainnya,” jelasnya.

“Selain itu, mereka juga ikut sholat berjamaah di waktu-waktu sholat wajib. Tak ketinggalan mereka bersemangat belajar disela-sela waktu istirahat proses pembangunan ini,” pungkasnya.*/Herim

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *