Rintis Sekolah, Ustadz Yusuf Sunarko Miliki 3 Santri Tanpa Kelas Tanpa Seragam

“Inilah tiga mutiara Halmahera Yang membuatku meneteskan air mata,” ucap Ustadz Yusuf Sunarko, dai tangguh BMH di Halmahera Timur (22/7).

Mereka adalah anak didik Ustadz Yusuf Sunarko yang teguh dan bertahan ingin belajar di Pesantren Hidayatullah Halmahera Timur.

“Kami harus memulai sesuatu yang berat bagi kami, dimana tahun ini kami membuka SMP untuk menfasilitasi anak yang lulus perdana di SD,” terang Ustadz Yusuf.

Tiga santri SMP yang dirintis oleh dai tangguh BMH di Halmahera Timur Ustadz Yusuf Sunarko

Hal itu untuk memberikan layanan pendidikan yang integratif antara sains dan agama, sehingga bisa ikut membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Tetapi, langkah ini sangat menantang, pasalnya kami membamgun SMP meskipun tidak ada modal sama sekali,” jelasnya.

“Bangun SMP tapi kelas gak ada, fasilitas apalagi, hanya segelintir guru dan keihlasan kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, agar generasi muda di Halmahera Timur juga bisa ikut membangun daerahnya,” imbuhnya.

Tetapi, tantangan memang benar-benar menguji nyali.

“Niat kami membuka SMP untuk memfasilitasi mereka yang lulus SD tahun ini. Tetapi, harapan tinggallah harapan, rencana kami gagal total. Sebab mereka ternyata lebih tertarik pada sekolah lain yang mungkin menawarkan fasilitas yang lebih wah dan lengkap. Pupus sudah harapan kita tuk mendidik dan mengkader generasi pulau Halmahera. Buyar sudah SMP yang mau kita bagun karena tidak ada yang mendaftar,” ungkap Ustadz Yusuf dengan suara begertar.

Akan tetapi, tidak ada masalah yang Allah biarkan tanpa solusi.

“Dalam kekecewaan ternyata Allah memberi kami tiga murid istimewa. Tiga gadis ini memilih tetap dengan kami,” terangnya sembari tersenyum.

“Kita harapkan tiga orang inilah yg masih mau bersekolah dan masuk SMP yang kita bamgun, yang akirnya tiga anak inilah murid kita SMP sampai sekarang,” katanya.

Harapan dan motivasi Ustadz Yusuf pun kembali hadir. “Insya Allah akan kami didik sesuai kemampuan kami, dan sungguh kami sangat terharu, karena mereka rela sekolah bertiga saja, tanpa kelas dan gak jelas akan pakai seragam apa di sini,” pungkasnya.

Mari bantu Ustadz Yusuf Sunarko membangun sekolah tingkat SMP dan mendidik murid-muridnya, yang hari ini hanya tiga orang dengan lebih baik untuk Indonesia lebih maju dan beradab.*/Ilham

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *