Rintis Pesantren Kepala Amil ini Jatuh Tujuh Kali di Jalan Berlumpur

Titik yang akan menjadi area pembangunan pesantren oleh BMH

Tidak kurang dari tujuh kali, motor yang mereka kendarai nyaris terjungkal. “Antara 7 atau 8 kali. Saya tidak ingat persis. Yang saya ingat, 5 kali sahabat saya Yazidun membantu memapah dan mengangkat motor saya dari kubangan lumpur,” ungkap Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Syamsuddin (19/7).

Setelah itu, alumni STIE Hidayatullah Depok itu pun bergulat untuk lepas dari jerat lumpur ke 6 dan 7 seorang diri.

Tidak seperti sang dai yang terbiasa dengan medan berat, Yazidun melaju mendahuluinya dengan hingga tak terlihat lagi.

“Tikungan di kaki bukit depan, membatasi pandangan saya untuk mengintip kearahnya.

Ini kali pertama saya menjajal rute menuju desa Saloadak, Tobadak 7 – Mamuju Tengah dengan motor,” terangnya.

“Saya berangkat dari Kota Mamuju ba’da Sholat Subuh menggunakan motor ditemani Anca. Kami tiba di Tobadak 2 sekitar Jam 09.00 pagi. Dari sini, kami dipandu oleh Yazidun,” imbuhnya.

Kondisi jalan menuju lokasi rintisan pesantren yang akan dibangun oleh BMH

“Sekalipun berat terasa, namun perjalanan ini menyenangkan. Terlebih karena di ujung jalan berlumpur ini, akan ada “kencan pertama” dengan sebuah rumah kayu (panggung) yang akan kami bebaskan (beli) untuk dijadikan Asrama Santri Penghafal Al Qur’an di Dusun Tengkosituru, Tobadak 2. InsyaAllah,” urainya.

Di dusun minoritas Muslim ini, akan dirintis Pondok Pesantren diatas lahan seluas 2 Hektar, wakaf dari Bupati Mamuju Tengah.

Beberapa bulan sebelumnya telah berdiri kokoh sebuah masjid ditempat ini. “Masjid yg kami namakan Masjid Al Aqsha ini adalah urunan kepedulian,” jelasnya.

Masjid dan asrama ini akan berkolaborasi sebagai entitas untuk melahirkan generasi qur’ani. “Kami punya harapan ini nanti menjadi markas belajar qur’an bagi anak-anak penduduk setempat. Menjadi tempat shalat berjamaah,” harapnya.

Sesampai di Tobadak 7, Syamsuddin diberikan sajian ikan gabus dan sayur daun singkong oleh warga untuk selanjutnya berkoordinasi untuk terbangunnya pesantren di desa tersebut.

Laznas BMH memiliki konsen program untuk pengembangan dakwah dan pendidikan di berbagai desa terpencil dan pelosok di tanah air. Bersama BMH, Anda bisa ikut membangun SDM unggul Indonesia yang tidak saja cerdas kognisi tetapi juga teguh iman taqwanya, insya Allah.*/Syamelen

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *