Qurban Masuk Desa Upayakan Pemerataan Gizi di Indonesia

Qurban Masuk Desa BMH di NTT pada Idul Adha 1438 H

BMH sebagai lembaga zakat dan kemanusiaan memiliki fokus program pemberdayaan masyarakat pedalaman, sehingga setiap momentum besar dalam ajaran Islam, BMH senantiasa mengajak masyarakat untuk turut serta peduli, memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat pedalaman.

“Program ini merupakan manivestasi dari spirit sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Seperti kita ketahui sebagian dari warga Indonesia hidup di dalam keterbatasan di pedalaman, perbatasan dan kepulauan. BMH menghadirkan diri dengan program tersebut agar pemerataan kebahagiaan dan pembangunan dapat dirasakan oleh semua,” terang Ketua Umum Laznas BMH Pusat, Marwan Mujahidin.

Terlebih, data kemiskinan, kerawanan gizi, secara umum memang selalu mengintai masyarakat pedalaman.

“Dengan apa kita bisa peduli kepada mereka, melalui qurban ternyata bisa dan mudah. Apalagi hewan qurban nantinya bekerjasama dengan peternak setempat, sehingga Qurban Masuk Desa memiliki multiplier effect yang nyata. Tak sekedar sisi ibadah dan sosial, ekonomi dan edukasi pun dapat sekaligus dilangsungkan pada momentum Idul Adha,” imbuh Marwan.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran kaum urban secara spiritual, Qurban Masuk Desa setiap tahunnya terus mendapatkan kepercayaan tinggi dari publik.

“Pada 2016 BMH mendapatkan kepercayaan publik sebanyak 6.908 ekor. Kemudian pada 2017 meningkat menjadi 8.616 ekor. Artinya ada peningkatan kepercayaan masyarakat sebesar 10%. Pada 2018 ini ditargetkan BMH dapat mendistribusikan hewan qurban sebanyak 10.339 ekor dengan total penerima manfaat sebanyak 155.085 jiwa,” urai Marwan.*/Rozi

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *