Qurban Masuk Desa Sapa Muallaf Eksodus Timor Timur

Qurban Masuk Desa menyapa masyarakat pedalaman di hampir semua tempat-tempat yang sulit dijangkau. Seperti yang dilakukan oleh Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Barat.

“Akhirnya kami dapat berhari raya bersama ratusan warga eksodus Timor-Timur. Terhanyut dalam gema takbir, di belantara desa Sejati – Tobadak VIII,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Syamsuddin.

Suasananya sakral, penuh kesederhanaan sangat mendalam terasa.
“Kami berwudhu di tepian sungai. Bersajadah di atas bentang harmoni tikar pandan, terpal, koran bekas, dan sorban, sederhana, namun sangat istimewa, penuh persaudaraan dan sangat khidmat,” imbuh Syamsuddin.

Syamsuddin menyatakan kebahagiaan bisa sholat Idul Adha bersama para muallaf.

“Bagi saya, ini istimewa. Karena ini adalah kali pertama saya berbaur dalam jamaah sholat Idul Adha yang didominasi oleh mayoritas mu’allaf,” ungkapnya

Syamsuddin nyaris tak mampu membendung air mata yang membulir di pelupuk matanya.

Satu sesi kondisi jalanan yang harus ditempuh tim Qurban Masuk Desa di desa ini

“Bahkan surprise, karena Muhaimin Alves, hafidz muda bersuara merdu yang mengimami sholat kami, juga ternyata adalah seorang mu’allaf, benar-benar kuasa Allah telah ditampakkan kepada saya,” ungkapnya dengan suara yang mulai tersendat.

Usai sholat, seluruh warga muallaf di desa tersebut berbondong-bondong menjalankan amanah hewan qurban yang mereka terima.

“Alhamdulillah, terimakasih BMH. Kami tidak tahu, kalau misalnya Allah tidak kirim teman-teman BMH, darimana kami akan mendapatkan daging di hari penuh kemuliaan ini,” tutur Muhaimin Alves mewakili warga setempat.*Elen

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *