Qurban Akan Berdayakan Peternak dan Pengrajin Bambu

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H, Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulawesi Selatan menyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Berbeda dari tahun sebelumnya panitia telah menyiapkan wadah yang ramah lingkungan dan mudah  terurai.

Wadah tersebut berasal dari  bambu yang  dianyam, orang Makassar biasa menyebutnya kara’ keranjang.  Produksi kerajinan ini dilakukan oleh pengrajin yang berasal dari Kampung Palatte, Desa Mendalle, Kabupaten Gowa.

Salah satu pengrajin itu adalah Daeng Te’ne,  beliau adalah salah satu pengrajin yang tetap bertahan dari gempuran wadah tempat yang terbuat dari plastik.

Sebelum pasarnya tergerus industri plastik. Kara’-Karanjeng ini, banyak digunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan. Sering diperjual-belikan di kampung-kampung. Banyak dirakit di rumah-rumah secara mandiri.

Manager Pemberdayaan dan Program Laznas BMH, Syamsuddin mengatakan bahwa kara karanjeng berbahan bambu ini akan menjadi program pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, juga  ramah lingkungan karena memang dari alam.

“Pada Idul Qurban 1440 H, BMH akan menggunakan wadah daging yang ramah lingkungan, yakni kara’ karanjeng. Dengan demikian efek positif yang dihadirkan dalam momentum qurban dapat menyentuh para pengrajin bambu yang secara ekonomi digerakkan oleh hadirnya syariah qurban ini yang juga ramah lingungan. Pada saat yang sama tentu juga dengan para peternak yang selama ini menjadi mitra dan binaan BMH,” jelasnya.*/Bas

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *