Nusa Tenggara Timur

Desa : Adonara

Kec. : Adonara

Kab. : Flores Timur

 

Profil lokasi :

QURBAN DI PULAU ADONARA, NTT

Adonara adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Luas wilayahnya 509 km², dan titik tertingginya 1.676 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores di sebelah utara, Selat Solor di selatan (memisahkan dengan Pulau Solor), serta Selat Lowotobi di barat (memisahkan dengan Pulau Flores).

Secara umum, masyarakat di pulau Adonara bertani. karena kondisi geografisnya..pertanian di sini adalah pertanian lahan kering. Hasil utama dari pertanian ini yaitu..jagung, ubi atau singkong serta tanaman perkebunan seperti kelapa, tembakau, vanili, coklat dan cengkeh.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Mustami Nuhur Musim, musim kering di Pulau Adonara ini sifatnya tahunan. Kemarau yang dimulai Bulan Maret biasa akan ada hujan di Bulan Desember dengan kondisi seperti, kita bisa membayang hasil dari pertaniaan mereka dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu banyak Muallaf yang tersebar berbagai tempat di Adonara dan kurang Dai, ditambah banyak keluarga yang berada kondisi kekurangan  ekonomi membuat Adonara membutuhkan perhatian kita semua.

Kondisi inilah yang mendorong Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) membantu masyarakat di Adonara. Maka atas dukungan segenap pihak, terutama dari donatur BMH memberi bantuan masyarakat NTT dengan program qurban masuk desa berupa penyaluran hewan qurban akan memberikan dampak yang sangat baik terhadap kekohan aqidah muallaf di Adonara.

Ayo jadikan Hari Raya Qurban tahun ini sebagai sarana untuk berbagi kebahagiaan untuk saudara kita di Pulau Adonara. Kebutuhan hewan Qurban di Desa Adonara ini mencapai 10 Ekor Kambing dan 5 Ekor Sapi.

Desa : Haunobenak

Kec. : Kolbano

Kab. : Timor Tengah Selatan

 

BERQRUBAN BERSAMA MUALLAF DI TTS, NTT

Haunobenak merupakan desa yang terletak di atas gunung. Untuk sampai di lokasi, perjalanan harus melewati empat gunung dengan medan menanjak. Kondisi jalanan cukup rusak, sementara jurang mengangga di tepi jalan.

Selain itu beberapa lokasi basis muallaf pedalaman NTT mendapati kondisi yang tidak jauh berbeda, jalananya tampak sama tidak bersahabat dan cenderung menguji jantung untuk terus bedetak jika mencoba melewatinya seperti  Desa Tli’u, Desa Kaineno, Desa Fatmolo Amanuban Timur, Desa Hawnobenak dan Desa Kusi.

Timur Tenggah Selatan yang memiliki basis Muallaf  cukup besar, memang membutuhkan tantangan tersendiri untuk kita dapat sampai di lokasi.

https://www.dream.co.id/orbit/kegigihan-amil-tempuh-medan-berat-demi-salurkan-zakat-160712y.html

https://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2016/06/13/96338/untuk-mandi-warga-desa-tliu-harus-jalan-kaki-10-kilometer-ke-sungai.html

Jika mamasuki masim hujan, maka sudah dapat dipastikan jalanan akan jauh tidak bersahabat, kemudian kondisi sebaliknya akan kita temui di musim kemarau, jalan tidak henti-hentinya mengeluarkan debu.

Jauh di pedalaman, para muallaf membutuhkan perhatian kita semua, terkhusus Tahun ini Baitul Maal Hidayatullah akan Timur Tenggah Selatan dan sekitarnya, sebagai wujud perhatian kita terhadap saudara-saudari Muallaf yang berhadapat di pedalaman NTT. Kebutuhan hewan Qurban di Desa Adonara ini mencapai 10 Ekor Kambing dan 5 Ekor Sapi.

Pulau : Longos

 

Profil lokasi :

QURBAN HINGGA PULAU LONGOS NTT

Pulau Longos terletak di sebelah utara Pulau Flores, NTT. Terdiri dari 3 dusun yaitu Kampung Mangge yang dihuni sebanyak 72 Kepala Keluarga (KK), Kampung Baru dihuni sebanyak 67 KK dan Kampung Bajo sebanyak 256 KK. Jumlah total penduduknya kurang lebih sekitar 1.500 jiwa, jumlah belum ditambah dengan muslim pulau sekitar dan pesisir .

Pulau tersebut bisa dibilang daerah terbelakang, sebab di sana belum ada listrik sama sekali. Selain itu air sumur yang asin, membuat masyarakat harus mengambil air tawar di luar pulau mengunakan kapal agar dapat di konsumsi sehari-sehari.

“Untuk memenuhi kebutuhan penerangan, tak urung masyarakat menggunakan tenaga surya atau mesin genset. Itupun bagi (warga) yang berduit,” Ungkap Sahar Dai Tangguh BMH yang sudah 3 tahun menetap disana.

Agar dapat sampai ke Pulau Longos, kita harus menumpang perahu milik warga dari Pelabuhan Labuan Bajo yang dapat di tempuh selama 3 Jam yang hendak pulang.

Tahun ini Baitul Maal Hidayatullah akan berQurban di Pulau Longos, sebagai wujud perhatian kita terhadap Pulau Longos dan Pulau-Pulau Sekitar hingga pesisir yang terdapat banyak muslim dengan kondisi.  Kebutuhan hewan Qurban di Desa Adonara ini mencapai 10 Ekor Kambing dan 5 Ekor Sapi.