Nusa Tenggara Barat

Desa : Jerowaru

Kecamatan : Jerowaru

Kabupaten : Lombok Timur

 

Profil lokasi  :

QURBAN ANDA MENGGANTIKAN KERANG DENGAN DAGING QURBAN

Jerowaru terkenal dengan sebutan daerah yang pastinya semua orang di Pulau Lombok tahu bahwa lokasinya memang terletak sangat jauh di ujung pingir timur pulau lombok. Penduduk setempat Desa ini mayoritas buruh nelayan, karena berdekatan dengan pinggiran pantai laut lepas. Dataran tinggi, kering dan hanya bisa bercocok tanam pada saat musim hujan saja. Desa ini juga mempunyai banyak dusun-dusun atau kampung -kampung kecil yang jaraknya berjauhan dan dengan kondisi yang sama.

Kondisi mereka setiap hari selalu meninggalkan rumah tempat tinggal dan hampir sepi, rumah rumah kosong ditinggal mereka untuk mencari nafkah dengan mencari kerang atau keong laut baik untuk makanan sehari-hari juga untuk kebutuhan jualan kepada pengepul yang mengambil pesanan langganan.

Nah hasil jualan mereka inilah yang dipakai untuk keberlangsungan hidup mereka. Walaupun begitu mereka belum bisa untuk membeli beras secara rutin karena penjualan keong tak seberapa harganya, bisa dikatakan lebih sering makan keong dari pada memakan beras layaknya masyarakat pada umumnya. Belum lagi yang memang lokasi pasar dari pemukiman warga sangat jauh jaraknya, sehingga mereka lebih memilih diam dan yang penting cukup makanan dalam sehari.

Rumah-rumah mereka memang berukuran kecil, pendek dan reot namun siapa sangka 1 rumah di huni oleh 3 sampai 4 kepala keluarga karena mereka tidak punya dana untuk membangun rumah dan belum lagi tanah yang mereka punya hanya sepetak yang mereka huni saat ini.

Sangat memperihatinkan saat ini, sudah beberapa bulan para nelayan tidak turun melaut dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat.

Beberapa tahun terakhir warga yang berada di Desa Jerowaru ini memang terkenal sangat bergantung dengan pemberian orang lain, dan bahkan yang pernah kami lihat secara langsung saat ramadhan persisnya, untuk berbuka puasa saja hanya dengan segelas air saja tanpa ada tamabahan makanan apapun kecuali kalo ada simpanan makanan bantuan dari masyarakat sekitar yang menyalurkan bantuan.

Kebutuhan Hewan Qurban untuk Warga kampung Jerowaru ini mencapai 20 ekor kambing dan 4 Ekor Sapi karena memang masyarakat dengan penduduk yang luamayan padat.

Desa : Mbawa

Kecamatan : Donggo

Kabupaten : Bima

 

QURBAN DI DESA MBAWA MENGUATKAN IBADAH MEREKA

Desa Mbawa merupakan salah satu desa yang sangat unik berada di tengah apitan gunung yang mengelilingi. Akses menuju desa ini sangatlah susah karena harus menapaki jalan naik turun gunung dan perbukitan.

Warga desa Mbawa tergolong heterogen dalam berbagai suku, ras dan agama, yang paling menonjol adalah pola bermasyarakat mereka antar agama, ada masjid dan ada juga gereja.

Di lingkungan ini memang sangat jarang dilakukan kegiatan qurban pada tiap tahunnya dikarenakan masyarakat tergolong masih primitif namun tingkat hubungan sosial mereka terjaga dengan baik.

Desa Mbawa menjadi salah satu bagian desa binaan dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat mulai dari belajar mengaji, ceramah agama dan praktik belajar shalat dilakukan dengan mengutus seorang guru ngaji yang secara rutin dilakukan.

Desa ini sangat jauh dari perkotaan, begitu juga dengan akses pasar untuk membeli kebutuhan hari-hari mereka, Desa ini terdiri dari beberap Dusun, salah satu dusun terdisi dari 4 RT, dan di setiap RT terdapat 80 Kepala Keluarga.

Untuk itulah Desa Mbawa ini  menjadi salah satu tujuan distribusi Qurban Berkah Nusantara – BMH pada momentum qurban 1438 H ini. Kebutuhan Hewan Qurban di Desa ini 10 Ekor Kambing dan 2 Ekor Sapi.

Desa : Tolonggeru

Kecamatan : Madapangga

Kabupaten : Bima

 

Profil lokasi :

BERHARAP ADA QURBAN DI TENGAH-TENGAH KAMPUNG TOLONGGERU

Berharap Qurban,  masyarakat terus menanti hewan qurban pada setiap tahunnya, ntah sudah berapa tahun lamanya Qurban tak kunjung datang di Desa Tolonggeru, Madapangga, Bima.

Desa ini kerap kali terjadi konflik berkepanjangan antar “Agama”, namun dapat dibendung dan dicarikan titik temu untuk melakukan perdamaian, begitulah keadaan masyarakat yang terdapat di Tolonggeru Bima.

Syiar Dakwah Islam di wilayah ini memang sangatlah minim, dan rentan sekali masyarakat beralih atau berpindah Agama dari agama yang satu ke Agama yang lain. Benturan prilaku masyarakat ini menunjukkan bahwa betapa lemahnya kondisi masyarakat secara kehidupan spiritual mereka.

Desa ini menjadi salah satu titik penyaluran hewan Qurban agar dapat menjadi bagian dari penguat dan pintu dakwah di masa yang akan datang. Dengan adanya penyembelihan hewan Qurban di Desa ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk melakukan pencerahan kepada masyarakat.

Kebutuhan Hewan Qurban di Desa ini mencapai 15 Ekor Kambing dan 2 ekor Sapi.

Dusun : Barung birak

Desa : Sambik elen

Kec.  : Bayan

 

Profil lokasi :

QURBAN UNTUK ISLAM WAKTU TELU

Sangat berbeda dengan masyarakat yang satu ini, terletak di kaki Gunung Tertinggi kedua di Indonesia, tepatnya di Dusun/ kampung Barung Birak, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Pemahaman mayarakat yang belum sempurna dari misi dakwah islam ini akhirnya masih hidup dalam balutan Budaya dan Kegiatan Adat. Memang rata-rata mereka adalah bagian dari peninggalan sejarah dakwah islam di Pulau Lombok. Budaya mereka memang sangat mengakar kuat hingga saat ini pun masih menganut islam wetu telu, maulid adat, dan berbagai macam prosesi adat lainnya.

Islam Watu Telu adalah (praktik unik sebagian masyarakat sasak yang mendiami  Pulau Lombok  dalam menjalankan Agama Islam. Ditengarai bahwa praktik unik ini terjadi karena para penyebar Islam pada masa lampau, yang berusaha mengenalkan Islam ke masyarakat Sasak pada waktu itu secara bertahap, meninggalkan pulau Lombok sebelum mengajarkan ajaran Islam dengan lengkap).

Inilah yang menjadi tantangan dakwah yang harus dilakukan pendekatan secara intensif, berharap dengan momentum Qurban ini, masyarakat Islam Wetu Telu dapat ikut menyaksikan syiar Qurban yang akan disalurkan yang sekaligus menjadi ajang untuk memberikan pemahaman tentang Islam kepada Mereka.

Kondisi terkini, mereka sangat membutuhkan pencerahan Agama, tak kurang dari 350 jiwa yag terdiri dari 160 KK yang tinggal di kampung ini, belum lagi kampung-kampung yang berdekatan dengannya, namun kampung ini yang lebih diprioritaskan. Adapun kebutuhan Qurban di lokasi ini 15 Ekor Kambing dan 3 Ekor Sapi.

Dusun : Lemer

Desa : Buwun Mas

Kec. : Sekotong Barat

Kab.  : Lombok Barat

 

Profil Lokasi :

QURBAN UNTUK WARGA BUKIT LEMER SEKOTONG BARAT

Kampung / Dusun Lemer merupakan salah satu daerah perbukitan yang dihuni oleh masyarakat pendatang suku sasak, budaya sasak di bukit ini amasih sangat kental dengan berabagai macam tradisi. Namun dalam beberapa waktu yang lalu masjid / mushalla yang berada di bukit tempat tinggal mereka sempat tidak pernah terpakai dan nyaris roboh karena rangkaian bangunan tidak seperti bangunan pada umumya.  Banguan mushalla semen berasal dari tanah liat kuning sebagai pengganti semen.

Beberapa tahun terakhir pun sudah jarang ada aktivitas di mushalla tersebut, tak lama kemudian BMH dan Tim mencoba untuk merenovasi masjid dan mushalla yang telah lama tak berbunyi suara azan dan sahutan anak-anak warga yang mengaji pada setiap sorenya. Dan alhamdulillah pada saat ini dalam posisi pembenahan mushalla dengan memeberikan bantuan atap dan beberapa kebutuhan material lainnya.

Memang akses jalan menuju bukit ini membutuhkan waktu 5 Jam dari Kota karena harus menyusuri gunung dan perbukitan belum jalannya sangat terjal dan sempit seringkali mobil yang mengangkut  material tak sampai tujuan sehingga harus dipanggul gotong bersama. Melihat antusias warga masyarakat yang masih tergolong di bawah kemiskinan ini untuk dapat dan berharap warga dapat perhatian lebih sahabat dermawan melalui momentum qurban 1438 H ini.

Oleh karena itu desa ini menjadi salah satu bagian dari prioritas titik distribusi hewan qurban BMH, dengan kebutuhan hewan Qurban yang mencapai 7 Ekor Kambing dan 2 Ekor Sapi. Semoga dengan qurban anda menjadi kebagaiaan untuk mereka Amiin.