Maluku Utara

Desa :  Woda

Kecamatan : Oba

Kabupaten :  Tidore kepulauan

 

Desa :  Wasileo

Kecamatan : Mababa Utara

Kabupaten :  Halmahera Timur

 

Profil Lokasi :

Qurban Untuk Muallaf Suku Togutil

Suku Togutil (artinya primitif) banyak tinggal di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Atau dalam bahasa Halmahera pongana mo nyawa, suku yang hidup di hutan dengan cara hidup berpindah-pindah di dalam hutan Wasile, di  timur Ternate.

Suku yang memiliki rumpun seperti Suku Tobelo ini  hidup dalam kondisi primitif,  suka hidup berkelompok dan tidak mengenal huruf. Mereka tidak mengenal kebersihan bahkan untuk buang air yang benar saja belum bisa.

Perjalanan untuk menuju daerah suku togutil menggunakan kapal kayu 8 jam dilajutkan jalan darat dengan naik motor darat sekitar 1/2 hari. Masih dilanjutkan jalan kaki menulusuri sungai sepanjang 10 KM.

“Kadang kita melewati sungai  yang penuh dengan puluhan buaya di dalamnya,” ujar Nurhadi Dai tangguh yang bertugas di Halmahera Timur.

Di sana kita ia mengaku bertemu suku pedalaman yang belum punya agama sekitar 30 orang.

“Kata mereka di tengah hutan seperti ini masih ada ratusan lagi orang suku yang belum punya agama.”

Di daerah ini, ujar Nurhadi, agama lain terus bergerak. Para misionaris,  terus bekerja di mendekati orang-orang suku pedalaman. Bahkan mereka punya lapangan terbang pesawat-pesawat kecil di sekitar daerah suku pedalaman.

“Di tempat penuh tantangan ini, Kita ingin mendekati dan memberikan dakwah Islam kepada mereka. Semoga Allah memudahkan langkah ini,” ujar Nurhadi yang kini merintis pendidikan Islam dan pondok pesantren Hidayatullah  di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur.

Kisahnya berawal saat mereka bertemu dengan orang  kampung beragama Islam. Mereka mengaku sudah 3 hari tidak mendapatkan makanan di hutan. Bersyukur orang kampung tesebut bisa berbahasa suku dengan mereka dan akhirnya memberi makan dan pakaian.

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, setelah terjadi komunikasi, sekitar 10 orang Suku Togutil ingin keluar dari hutan dan kehidupan seperti di kampung/desa. Dari sinilah akhirnya mereka ingin memeluk Islam.

“Alhamdulillah mereka sekarang sudah masuk Islam dan dalam proses pembinaan. Mereka sedang diajari masyarakat berpakaian, memasak, kebersihan, menulis dan membaca. Dan yang lebih penting lagi adalah pembelajaran ibadah seperti shalat,”  demikian dikisahkan Ustdz Nurhadi, seorang Da’i Tangguh BMH yang bertugas di Halmahera, Maluku Utara.