Jambi

Desa :  Talang Kerinci

Kecamatan : Sungai Gelam

Kabupaten :  Muaro Jambi

Desa Talang kerinci merupakan salah satu desa yang ada di kec. Sungai Gelam, Kab. Muaro Jambi Prov. Jambi. Desa ini pada dasarnya lebih dekat ke kota jambi dibandingkan dengan ke ibu kota kab, muaro jambi. Jarak dari kota jambi ke desa talang kerinci hanya sekitar 15 km, namun dikarenakan jalan yang rusak sehingaa dibutuhkan waktu  hampir 40 menit untuk mencapai desa ini.

Desa ini merupakan desa yang dihuni oleh para pendatang dari kab, kerinci, itu juga menjadi alasan mengapa desa ini dinamakan desa talang Kerinci. Di desa ini dihuni oleh sekitar 100 kk, yang lebih dari 80% nya merupakan rakyat miskin. Pada umumnya masyarakat di desa talang kerinci ini adalah buruh tani, buruh sadap ataupun sebagai petani sayur mayur. Kondisi rumah mereka pun masih jauh dari kata layak selain masih terbuat dari kayu , juga masih sangat sederhana. Rata rata rumah-rumah mereka masuk ke dalam kebun kebun sehingga jarak dari satu rumah ke rumah lain cukup jauh.

Hal yang cukup memprihatinkan juga adalah ternyata di desa ini hampir 15 tahun belum aktivitas ataupun kegiatan qurban baik perorangan maupun secara kelembagaan, mereka pernah mendapatkan daging qurban itupun dari kampung sebelah dan tidak terdistribusi secara merata namun lebih untuk warga yang masih ada ikatan persaudaraan saja dengan pihak yang berqurban.

Untuk itu Desa Talang Kelinci ini menjadi salah satu bagian dari prioritas distribusi hewan qurban BMH 1438 H, kebutuhan hewan qurban masyarakat mencapai 2 Ekor Sapi. Semoga Allah mempermudah dan menjadikan qurban sahabat dermawan bermanfaat lebih luas.

Desa : Nyogan

Kec. : Mestong

Kabupaten : Muaro Jambi

Kampung Muallaf Suku Anak Dalam (SAD)

Desan Nyogan merupakan desa yang terletak di kecamatan Mestong, Kab. Muaro Jambi. Di desa ini terdapat perkampungan dari mualaf  Suku Anak Dalam (SAD). SAD merupakan salah satu suku yang ada di jambi yang hidup di pedalaman hutan Jambi. Pada umumnya mereka hidup secara berpindah pindah dengan mata pencaharian berburu. Dan SAD dalam kehidupannya menganut kepercayaan animisme. Namun seiring berjalannya waktu saat ini keberadaan SAD semakin terancam. Keberadaan hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan dan penebangan liar menyebabkan hutan semakin menipis sehingga menyebabkan SAD harus berinteraksi dengan pihak luar.

Adanya interaksi dengan pihak luar dilain sisi menyebabkan sisi negative, hal ini terjadi karena SAD tidak memiliki pengetahuan yang luas, tidak bisa baca tulis, dan juga belum memiliki agama. Namun saat ini sudah ada dari sebagian anak suku dalam terutama yang sudah berinteraksi dengan pihak luar telah memiliki agama dan merekapun meninggalkan cara hidup berpindah pindah. SAD yang ada di Jambi ini tersebar di hampir seluruh hutan Jambi terutama di sekitaran hutan bukit 12 yang meliputi  kab. Muaro Jambi, Kab. Batanghari, Kab. Sarolangun, Kab. Merangin, Kab. Tebo, Kab. Bungo.

Di desa Nyogan tepatnya di salah satu dusun yaitu Dusun Segandi ada sekitar 75 KK dengan jumlah jiwa hampir mencapai  500 orang.  Untuk menempuk jarak ke lokasi dari kota Jambi dibutuhkan waktu sekitar 4-5 jam jika kondisi jalan kering. Namun jika kondisi hujan jarak tempuh bisa lebih lama dan bahkan terkadang sulit untuk dilalui oleh kendaraan, untuk menempuhnya harus menggunakan mobil double gardan.

Kehidupan SAD ini masih sangat memprihatinkan disebabkan mereka yang tidak berpendidikan, tidak memahami cara bercocok tanam, berdagang maupun berternak. Selain itu perhatian dari pemerintah juga masih snagat minim. Sehingga walau mereka sudah bermuallaf terkadang mereka masih mengkonsumsi daging hewan yang diharamkan oleh Islam, seperti daging babi, ular, maupun labi labi.

Penyaluran hewan Qurban di Desa ini menjadi sangat prioritas sebagai bagian dari bentuk pintu masuk dakwah islam kepada suku anak dalam jambi, melalui momentum Qurban ini sekiranya masyarakat SAD jambi dapat tercerahkan dalam memaknai hidup dan kehidupan mereka. Kebutuhan hewan Qurban desa ini mencapai 10 ekor Sapi.

Desa : Nelayan

Kec. : Tongkal Ilir

Kabupaten : Tanjung Jabung Barat

Kampung nelayan merupakan salah satu kelurahan yang ada di kota kuala tungkal, kab. Tanjung jabung Barat. Kelurahan ini di sebut kampong nelayan karena memang berada tepat di bibir pantai laut kuala tungkal, dan kehidupan keseharian mereka adalah sebagai nelayan. Kuala tungkal sejatinya merupakan kota kecil yang ada di prov, jambi dan merupakan ibu kota dari kab. Tanjung jabung barat dengan tingkat kepadatan penduduknya cukup tinggi

Secara umum kehidupan kampong nelayan ini cukup memprihatinkan karena mereka sebagai nelayan tradisional yang menjala ikan secara manual tanpa peralatan modern. Di kampung nelayan ini ada sekitar 9212 jiwa dan 80% warganya adalah berada di dalam garis kemiskinan. Rumah rumah mereka yang masih semi permanen dan masih panggung berada di atas bibir pantai, umumnya mereka tidak memiliki tanah sendiri.

Ustd zakaria ansori salah satu Pembina di kampung ini menyatakan walau kampung nelayan ini jaraknya hanya sekitar 10-15 menit dari kota kuala tungkal, namun perhatian pemerintah masih sangat kurang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka sangat bergantung pada hasil tangkapan di laut. Sehingga tingkat konsumsi akan daging pun masih sangat rendah , salah satu harapan mereka mengkonsumsi daging adalah di hari raya qurban itupun jika ada kiriman daging dari kota kuala tungkal atau masjid agung kota tungkal, karena bagi masyarakt kampung nelayan sangat sulit untuk bisa berqurban sendiri.

Kebutuhan hewan Qurban di kampung nelayan ini mencapai 5 ekor sapi. Diharapkan semua warga dapat tersentuh menikmati daging sapi dari hewan qurban sahabat dermawan. Semoga Allah membalas kebaikan anda dengan yang lebih baik dan berkah, Aamiin…

Desa : Bukit Baling

Kec. : Sakernan

Kabupaten : Muaro Jambi