Program Senyum Dhuafa Bahagiakan Tukang Batu

Pendayagunaan zakat dalam manajemen yang rapi dan transparan merupakan suatu kebutuhan di tengah-tegah kondisi pandemi saat ini.

Karena itu, semua harus tersaji dalam beragam bukti dan laporan. Tidak terkecuali pendayagunaan dana zakat yang bersifat sosial (karitatif).

“Pada dasarnya untuk pendayagunaan dana zakat yang dapat berkesinambungan berupa pemberdayaan jauh lebih ditekankan. Akan tetapi kita tidak bisa menutup mata di lapangan, selalu ada saudara kita yang memang mau tidak mau harus langsung dibantu. Dengan kata lain, pendayagunaan zakat yang bersifat sosial atau karitatif harus tetap dijalankan,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kaltara, M. Nor Komara (6/9).

Komara menambahkan bahwa program ini bermaksud menghadirkan senyum kebahagian bagi para dhuafa yang jelas dan nyata layak untuk dibantu.

“Melalui program senyum dhuafa, BMH Kaltara sejauh ini telah memberikan bantuan kepada mereka salah satunya keluarga Bapak Maskur Sulaiman yang tinggal di Jalan Pesantren Guru Domeng, Nunukan Tengah Kab. Nunukan Kalimantan Utara baru-baru ini,” imbuh Komara.

Bapak Maskur pun menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga atas kepedulian umat melalui BMH.

“Terima kasih banyak kepada BMH yang telah membantu dan memberikan bantuan ini untuk kami. Alhamdulillah semoga para donatur dan BMH, diberikan rezeki yang lapang dan diberikan keberkahan terhadapnya. Maklum saya hanya tukang batu, syukur-syukur untuk makan bisa terpenuhi,” ucapnya dengan suara lirih.

Program ini memang nampak sederhana, namun bagi mereka yang menerima, program ini merupakan jawaban dari apa yang mereka rintihkan kepada Allah Ta’ala dalam setiap kesempatan munajat mereka.

“Jadi, mari kita bahagiakan saudara-saudara kita yang membutuhkan, fakir miskin dan kaum dhuafa,” tutur Komara.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *