Pesantren Ramadhan Bersama Ratusan Anak dari 3 Dusun

Suka cita Ramadhan tak sepenuhnya dirasakan sama, terlebih bagi saudara-saudara kita yang berjarak dengan kemapanan, di desa-desa yang sarat dengan keterbatasan.

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Sahabat Al-Aqsha sejak 1 tahun terakhir concern melakukan pembinaan di 2 daerah pelosok Sulawesi Barat, yakni di Dusun Tengkosituru – Tobadak (Mamuju Tengah), dan kaki bukit Dusun Eran Batu, Binuang (Polewali Mandar).

Alhamdulillah diawal Ramadhan 1438 ini, juga mulai membina anak-anak di dusun Salubiru – daerah Pegunungan Malunda (Maje’ne).

Jadi untuk lingkup Sulawesi barat, saat ini telah ada 3 daerah binaan di luar pondok pesantren dan PPAS yang telah lebih dahulu ada,” tukas Kepala Perwakilan BMH Sulawesi Barat, Syamsuddin.

Dalam momentum bulan Ramadhan kali ini, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Sahabat Al-Aqsha menginisiasi kegiatan “Pesantren Ramadhan” sebagai mata rantai dari pembinaan yang BMH dan Sahabat Al-Aqsha lakukan di 3 daerah tersebut.

Acara ini mulai dilaksanakan pada hari ke 17 Ramadhan 1438 H dan akan berlangsung selama 1 pekan. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini sebenarnya bukan yang pertama, namun kali ini dipusatkan kegiatannya di pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju.

“Harapannya, kegiatan ini disamping mengakrabkan mereka dengan suasana pesantren, menguatkan dinul islam, juga menumbuhkan semangat beribadah mereka selama Ramadhan,” imbuhnya.

“Tercatat, sebanyak 120 orang peserta yang terdaftar, yakni 46 orang dari Dusun Eran Batu – Polman, 15 orang dari Dusun Salubiru – Maje’ne, dan 59 orang dari dusun Tengkosituru – Mamuju Tengah,” terang Ust. Herman DJ selaku Panitia Pelaksana.

Idul, salah satu peserta yang berasal dari kaki bukit Dusun Eran Batu ini merasa sangat berkesan dengan kegiatan ini. Bersama teman-temannya, ia mengendarai bus selama 5 jam menuju lokasi acara. Beberapa anak bahkan muntah (mabuk kendaraan) berkali-kali.

Maklum, di samping jalan yang jauh, banyaknya tikungan sepanjang jalan, anak-anak ini memang belum pernah bepergian dalam jarak yang jauh. Ini kali pertama ke luar kampong jauh-jauh, jelas Idul dikelilingi kerumunan warga yang melepas anak-anak mereka ke Mamuju.

Kesan yang sama juga dirasakan oleh Khusnul, peserta asal Tobadak 2, Mamuju Tengah. Jarak yang biasanya ditempuh selama  3-4 jam, bersama rombongan ia tempuh dalam waktu yang lebih lama. Dalam perjalanan, rombongan sepakat untuk mampir ke salah satu masjid dan melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah.

Meski demikian mereka sangat bersemangat mengikuti rangkaian demi rangkaian kegiatan. Terlebih karena acara ini menghadirkan motivator dari Sahabat Al Aqsha (Ustadz Janto), Muslimat Hidayatullah (Miftahussa’adah dan Masyta Ahmad), SAR Hidayatullah (Bashori), serta DPW Hidayatullah Sulbar (Imran M Djufri, Herman DJ dan Arham Fauzan).

Pesantren Ramadhan 1438 H ini mengangkat tema “Menyambung Ukhuwah, Menghantar Hidayah, Meneguhkan Ketaatan.”*/Syamelen

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *