Perlu Kolaborasi Atasi Ketimpangan Potensi dan Realisasi Zakat

Ahad, 26 Januari 2020 Harian Umum Republika memuat wawancara koran Islam terbesar tanah air itu dengan Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah Marwan Mujahidin.

Dalam laporan nyaris satu halaman itu Direktur Utama BMH menjelaskan bahwa ketimpangan potensi dan realisasi zakat bukan karena masyarakat tidak mau berzakat.

“Rasa-rasanya tidak seperti itu. Menurut saya, banyak masyarakat yang menunaikan zakat. Akan tetapi, barangkali cara mereka berzakat itu langsung ke masjid-masjid terdekat atau lain-lain yang tidak termasuk dalam LAZ atau BAZ yang didata Baznas. Apalagi kalau kita ambil contoh orang-orang dari lapisan ekonomi atas. Mereka mungkin memiliki yayasan atau pesantren yang dikembangkan untuk memajukan ekonomi dan pendidikan masyarakat. Saat berzakat, kuat dugaan mereka pasti melakukannya ke sana.”

Lebih lanjut, magister jebolan Universitas Trisakti itu menilai bahwa salah satu cara mengatasi semua ini adalah memainkan fungsi-fungsi kolaboratif, termasuk antar sesama organsiasi pengelola zakat.

“Enggak bisa suatu lembaga zakat berdiri atau gagah sendiri,” tegasnya.

“Dalam konteks saat ini, tidak bisa sendiri begitu. Sebab, memang persoalan yang dihadapi masyarakat atau negara terlalu kompleks. Tidak bisa diselesaikan dengan mentalitas superman. Yang ada, harus dengan mental superteam,” imbuhnya lebih lanjut.

Alhamdulillah BMH senantiasa hadir dalam beragam momentum di Tanah Air untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan pendayagunaan zakat.

“Seperti Hari Gizi Nasional pada sabtu pekan lalu (25/1) BMH di berbagai wilayah di Indonesia ikut serta mendorong kemajuan generasi bangsa dengan pembagian paket gizi yang secara nasional lebih dari 10 ribu penerima manfaat,” pungkasnya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *