Pahami Pengertian Muallaf Dengan Baik, Agar Tidak Keliru!

Menjadi seorang muallaf tentunya bukan lagi suatu hal yang baru bagi orang yang benar-benar ingin masuk Islam. Karena hidayah dari sang Maha Pencipta yaitu, Allah SWT bisa datang pada siapa saja. Sehingga telah banyak orang yang menjadi muallaf karena meyakini akan kebenaran ajaran agama Islam. Namun, masih sedikit yang memahami istilah pengertian muallaf dengan baik.

Bagi orang yang baru masuk Islam dikatakan sebagai muallaf baik bagi laki-laki dan perempuan. Sehingga tidak ada perbedaan diantara keduanya bila sudah masuk dalam Islam untuk pertama kalinya yaitu, sama-sama telah menjadi muallaf. Menjadi seorang muallaf merupakan salah satu anugerah yang wajib untuk disyukuri karena tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Istilah muallaf kini sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang baik muslim dan non muslim. Karena penggunaan istilah ini sering didengar dari berbagai media sumber informasi seperti televisi, koran, sosial media, dan lain-lain. Sehingga sudah melekat pada pikiran sehingga, bila ada yang baru masuk Islam akan langsung mengetahui bahwa orang tersebut adalah muallaf.

Hanya saja, perlu adanya pemaham yang lebih mendalam lagi tentang istilah dan pengertian muallaf. Sehingga tidak hanya mengetahuinya saja tetapi, memahami apa makna dari kata muallaf agar tidak keliru. Untuk berbagai penjelasannya bisa disimak berikut ini.

Pengertian Muallaf Menurut Islam

Pengertian muallaf, sumber umma.id
Pengertian muallaf, sumber: umma.id

Muallaf berasal dari bahasa arab yang memiliki arti sosok yang dilembutkan hatinya. Sehingga orang tersebut berpindah keyakinan dan mengalami gejolak batin. Hingga kemudian hatinya dilembutkan dan diluluhkan oleh Allah SWT untuk memeluk Islam.

Dalam pengertian syariat, muallaf adalah orang-orang yang diikat hatinya untuk mencondongkan mereka pada Islam, atau untuk mengokohkan mereka pada Islam, atau untuk menghilangkan bahaya mereka dari kaum Muslimin, atau untuk menolong mereka atas musuh mereka, dan yang semisal itu. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 36/12; Yusuf Qaradawi, Fiqh Az Zakah, 2/57).

Bagi mereka yang telah menjadi muallaf masih perlu untuk terus dibimbing dan didukung dalam berbagai hal terutama dalam pemahaman tentang aturan hidup dalam Islam. Karena keimanan yang dimiliki oleh seorang muallaf masih sangatlah lemah sehingga perlu adanya dukungan dari kerabat dan saudara sesama muslim untuk terus membantu dalam menguatkan dan meningkatkan keimanan mereka.

Sebagaimana yang telah dijelaskan lewat firman Allah SWT.

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. At-Taubah:60).

Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada masa kenabian yang memberikan zakat kepada golongan muallaf. Sebagai salah satu bentuk dukungan kepada mereka agar hatinya dan keimanannya tetap dikuatkan dalam Islam. Sekaligus zakat membersihkan harta yang dimiliki yaitu, dengan memberikan beberapa persen yang merupakan hak mereka yang membutuhkan.

Muallaf juga masuk dalam 8 kategori golongan yang berhak untuk menerima zakat. Namun, ada syaratnya yaitu mereka yang merupakan kelompok orang yang dianggap masih lemah imannya karena baru masuk Islam. Dimana, mungkin akibat ia meninggalkan agama lamanya sehingga berpengaruh pada kondisi ekonomi atau perhatian kepadanya.   

Hukum Muallaf Dalam Ajaran Islam

Dalam ajaran Islam menjadi seorang muallaf merupakan hak dari setiap manusia dan menjadi urusannya dengan Allah SWT yang tidak bisa diintervensi oleh manusia lainnya. Artinya memeluk ajaran agama Islam bukanlah sebuah keterpaksaan, pemaksaan, dan dipaksa. Sebagaimana yang telah difirmankan-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 256 yang artinya: 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 

Dari firman Allah tersebut menjelaskan bahwa masuk ke dalam agama Islam tidak ada paksaan di dalamnya. Sehingga tidak dibenarkan dalam ajaran Islam bila ada orang yang melakukan tindakan pemaksaan untuk menjadi muallaf atau masuk dalam agama Islam.

Karena dalam Islam ada ajakan yang sesuai dan dibenarkan yaitu, dengan metode dakwah. yakni , menyampaikan pesan dan nilai Islam dengan cara yang santun dan mendamaikan tanpa adanya unsur paksaan sedikitpun di dalamnya. 

Hal ini juga telah disampaikan oleh Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 125 yang artinya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Keistimewaan Orang Muallaf

Mendapatkan zakat, sumber detik.com
Mendapatkan zakat, sumber: detik.com

Bagi para muallaf ada beberapa keistimewaan yang didapatkan diantaranya yaitu,

1. Mendapatkan Ampunan Dosa

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa menjadi muallaf adalah salah satu anugerah terbesar dan hidayah dari Allah SWT. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan dan merasakan kesempatan tersebut. Salah satu keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada muallaf adalah mendapatkan ampunan dosa.

Sebagaimana terdapat dalam firman-Nya QS. An-Anfal ayat 38 yang artinya:

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.

2. Dihapuskan Segala Keburukannya

Keistimewaan selanjutnya adalah bagi muallaf yang menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat Islam. Maka, Allah akan membalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat kebaikan pahala baginya. Begitu juga bila melakukan salah satu keburukan maka, akan dibalas dengan sama kecuali Allah mengampuninya.

3. Terhindar dari Azab

Beruntungnya orang yang telah menjadi mualaf bila telah mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Akan terhindar dari azab yang pedih karena telah keluar dari jalan yang sesat dan menuju jalan yang benar (Islam). Bila telah masuk ke dalam Islam orang tersebut diibaratkan seperti bayi baru lahir yang belum memiliki dosa.

4. Jauh Dari Sifat-Sifat Kerugian

Dari setiap amalan kebaikan yang dikerjakan Allah akan mengajarkannya dengan sebuah pahala. Sehingga menjadi seorang muallaf juga akan terhindar dari sifat-sifat kerugian. Karena bila melakukan sebuah amalan namun, belum menjadi muslim maka, sia-sia amalannya tersebut.

5. Terhindar dari Penyesalan di Akhirat Kelak

Bila telah menjadi muallaf yang taat akan syariat Islam maka, keberuntungan baginya karena dapat terhindar dari siksaan dan azab di akhirat kelak. Karena terbebas dari penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama semasa hidup di dunia. Hal ini dikarenakan telah meyakini bahwa Islam merupakan agama yang Rahmatan Lil ’Alamin.

Kewajiban Orang Muallaf yang Harus Dijalani

Menunaikan ibadah sholat, sumber bincangsyariah.com
Menunaikan ibadah sholat, sumber: bincangsyariah.com

Menjadi seorang muallaf tidak hanya sampai mengucapkan kalimat Syahadat  “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah”. Akan tetapi, ada beberapa kewajiban yang harus dijalani layaknya kehidupan seorang muslim yaitu, harus taat akan syariat Islam.

Berikut ini beberapa amalan utama yang harus dijalani oleh seorang muallaf diantaranya:

  • Shalat fardhu lima waktu
  • Puasa Ramadhan
  • Membayar zakat (bagi yang telah mampu)
  • Naik Haji ke Mekkah (bagi yang telah mampu)

Semua kewajiban yang harus dijalani telah terdapat dalam 5 rukun Islam. Serta ditambah dengan 6 rukun Iman yang juga wajib untuk seorang muallaf yakini dan percayai akan kebenarannya.

Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian muallaf dan beberapa penjelasan pelengkap lainnya. Sehingga dapat diketahui bahwa menjadi seorang muallaf adalah salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia yang belum memeluk agama Islam. 

Serta bagi kita yang muslim menjadi salah satu kewajiban untuk dapat terus membantu dalam meningkatkan dan menguatkan keimanan saudara-saudara kita yang telah menjadi muallaf. Bantuan yang terbaik adalah dengan menyalurkan zakat, karena ada kondisi-kondisi tertentu saudara kita yang muallaf sulit dalam ekonomi karena telah berpindah agama.

Untuk memudahkan Anda dalam menyalurkan infaq atau zakat kepada mereka yang wajib untuk menerimanya terutama, untuk saudara-saudara muallaf kita. Anda bisa salurkan langsung melalui bayar zakat online BMH yang telah terpercaya dan memiliki legalitas sebagai badan penyalur zakat oleh pemerintah Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.