Patungan Rumah untuk Papuk May

Rumah Untuk Papuk May, menjadi program urgen bagi Papuk May, salah seorang janda korban musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok beberapa bulan lalu.

“Papuk May hingga saat ini tinggal di tenda, sangat ingin rasanya beliau segera memiliki papan tempat berlindung dari terik dan hujan. Kita dari BMH berupaya membantu beliau, yang sampai saat ini harus sabar hidup di bawah tenda,” terang Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Perwakilan NTB, Abdul Kholiq.

Papuk May yang tinggal di Dusun Karang Subahan, Pemenang Barat, Pemenang Lombok Utara sehari-hari hidup bersama putrina Inaq Sariah yang juga seorang janda karena ditinggal wafat sang suami.

“Untuk berteduh dari guyuran hujan, beliau dibantu Posko Pemenang Bersatu dan GR. 10.000, hingga saat ini tinggal dengan kondisi bangunan seadanya yang dibangunkan dari rumah sisa-sisa runtuhan bangunan pasca digempur gempa,” imbuh Kholiq.

Namun, semangat hidupnya sangat membanggakan. Dalam kondisi lemah, mereka berdua tetap ingin berdaya.

“Jadi, saat ini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beliau dan putrinya jualan Es dan Gorengan untuk menghidupi dua anaknya,” tutur Kholiq.

Sekedar untuk membantu sementara, BMH memberikan bantuan berupa terpal untuk menjadi pelindung sementara mereka dari terik dan hujan.

“Terimakasih BMH, telah memperbarui atap tenda kami. Kami berharap kiranya ada dermawan yang bisa membantu membangunkan rumah yang layak, tidak usah bagus, kami dapat terlindungi dari panas dan hujan, sudah sangat bersyukur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *