Pantang Menyerah Teguhkan Hidayah di SAD

Ternyata tidak, semangat untuk berdakwah tetap berkobar, tidak mengendur. Meski tengah berjibaku dalam gelap tanpa penerangan lampu sekalipun, melainkan sebatas senter dan lampu tradisional.

Bahkan kerapkali Tim Dai Tangguh memberikan untaian hikmah dan pencerahan kepada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di pedalaman pada saat kami bersamanya.

“Saya ingin keberadaan diri saya bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk banyak orang seperti yang di sampaikan Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,” ucapnya membesarkan jiwanya.

Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat apa yang telah diupayakan ternyata mendatangkan manfaat bagi orang lain.

“Mohon doa dan dukungan Sahabat BMH agar pembinaan ini senantiasa mendapatkan kemudahan. Serta tim Dai Tangguh di pedalaman senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas mulia ini,” harapnya.

Selain memberikan pembinaan kepada orang tua, Tim Dai Tangguh juga memberikan perhatian khusus bagi anak-anak SAD di sana.

Suatu kesempatan di sore itu seusai Solat Ashar, mereka menggelar kegiatan belajar sholat, mengaji dan adzan. Kegiatan ini ditujukan untuk  anak-anak laki-laki maupun perempuan.

Seperti yang di foto ini, bocah kecil yang berumur 6 tahun saat  Dai Tangguh menyuruh anak ini untuk Adzan. terlihat tatapan wajahnya yang sangat polos bercampur rasa malu.

Tercatat hingga hari ini, puluhan anak anak SAD sedang dalam tahap pembinaan Akhlak.

Tak semuanya anak-anak SAD yang kita bina sudah mengenal baca tulis karna di antara mereka ada yang tidak diperbolehkan untuk sekolah.

“Alhamdulillah kedatangan Dai Tangguh BMH memberi pencerahan untuk membina tidak untuk duniawi saja namun keimanan mereka pun harus tetap kita bina,” terang amil BMH setempat.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *