Pandemi, Beasiswa Diberikan untuk Keluarga Terdampak Covid-19 di Kaltim

Wabah pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, sebagian wilayah kini mulai kembali melakukan pengetatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Hal ini tidak saja menghantam sektor ekonomi, tetapi juga pendidikan.

Nyaris delapan bulan lamanya, proses belajar mengajar ditiadakan di sekolah-sekolah, dan beralih melalui proses daring di rumah masing-masing.

“Kondisi ini sangat memberatkan bagi anak-anak dan orangtua, karena mereka harus menyesuaikan dengan kebiasaan baru belajar menggunakan media online, demikian para orangtua harus mampu menjadi guru-guru pendamping di rumah-rumah mereka. Lebih dari itu biaya juga tidak kecil, terutama bagi keluarga yang terdampak secara ekonomi dari adanya wabah ini,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH, M. Rofiq (13/9).

“Keluhan mereka yang terdampak biaya untuk memenuhi kebutuhan kuota internet terus meningkat, dan ini benar-benar berat bagi mereka, terlebih pembelajaran daring berjalan seperti sekolah biasa, setiap hari,” imbuhnya.

Suyati misalnya, orangtua salahsatu penerima Beasiswa Senyum Anak Indonesia dari BMH Kaltim ini menuturkan apa yang dialaminya.

“Berat, kondisinya, kami harus ikut-ikutan jadi guru, nyuruh mereka belajar sulitnya luar biasa, belum lagi harus nemenin mereka, ditambah lagi kami harus menyediakan kuota internet yang tidak sedikit setiap bulan, tambah anggaran rumah tangga dan cukup berarti bagi kami,” tuturnya di kediamannya, Balikpapan Utara.

Menyikapi situasi tersebut, BMH Kaltim kembali menyalurkan bantuan berupa beasiswa kepada anak-anak kurang mampu di seluruh Kaltim.

“Pada dasarnya program beasiswa merupakan program rutin yang telah berjalan selama ini. Di masa pandemi ,program ini tetap dijalankan walaupun anak-anak tidak bersekolah formal. Dengan ini BMH berharap beasiswa tersebut dapat digunakan untuk membeli pulsa untuk kuota internet, sehingga proses belajar tetap bisa berjalan dan keluarga terbantu,” jelasnya.

Pada medio September 2020 ini beasiswa telah diberikan kepada 452 penerima manfaat di Kaltim. Beasiswa diserahkan dari rumah ke rumah, untuk mencegah kerumunan dan ikut memutus rantai penyebaran Covid-19.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *