Nasikhun Dai Tangguh yang Dakwah di Desa Terpencil

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional dengan core program Dakwah dan Tarbiyah, upaya peningkatan pelayanan dalam bentuk dakwah terutama pengiriman dai tanggh guna ikut serta mencerdaskan kehidupan masyarakat senantiasa menjadi prioritas Laznas BMH.

Dominasi program selama ini memang lebih pada wilayah-wilayah di perbatasan, kepulauan dan pedalaman. Namun BMH juga memperhatikan desa-desa terpencil tidak saja di luar Pulau Jawa tetapi juga di Pulau Jawa sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh BMH Kebumen, Kepala BMH Kebumen, Muslim menerangkan bahwa ada desa terpencil yang kehidupan umat Islam sangat membutuhkan dampingan dari dai untuk mereka tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik.

Ia mengatakan lokasi tersebut adalah Dukuh Mijen, Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.

Adalah Ustadz Nasikhun yang setiap pekan sekali datang ke lokasi tersebut dengan menggunakan mobil atau motor.

“Tergantung mana nanti yang tersedia itulah yang akan digunakan untuk sampai ke Wonosobo,” ucap Muslim.

“Dari Kebumen dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Hal ini karena memang jarak yang begitu jauh dan jalanan yang cukup terjal,” imbuhnya.

BMH Kebumen telah menjalankan program ini lebih dari setengah tahun silam dan tetap menjadi komitmen untuk memberikan layanan dakwah kepada masyarakat terpencil.

“Semua ini bisa kami lakukan karena zakat dan sedekah kaum Muslimin selama ini melalui BMH,” tuturnya.

Zakat dan Sedekah umat Islam merupakan pilar untuk tetap tegaknya dakwah dan tarbiyah di segenap penjuru Indonesia, terutama di desa-desa terpencil yang jarang mendapatkan perhatian dan tidak mudah dijangkau.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *