Mushaf untuk Santri Pondok Tahfidz Ummul Quro Maros

Memiliki mushaf Alquran yang baru adalah harapan Ahmad Hairul (14), santri Pondok Tahfidz Ummul Quro, di Tompobulu, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.

Mushaf yang selama ini ia pakai untuk tadarrus dan menghafal di pesantren, sudah sobek di beberapa bagian. Lembaran ayatnya bahkan ada yang sudah hilang.

Maklum, karena sudah lama dipakai. Apalagi mushaf ini menjadi teman belajar menghafal yang selalu dibawa kemana-mana setiap waktu.

Diakui Ahmad Hairul, bahwa tidak hanya dirinya saja. Beberapa santri yang lain juga membutuhkan Mushaf Alquran.

“Alhamdulillah, mushaf yang saya pakai sebelumnya sudah membantu saya menghafalkan 10 Juz. Insha Allah dengan adanya mushaf baru dari BMH ini, semakin menambah semangat saya untuk lebih giat menghafal Alquran,” ungkap Ahmad Hairul saat menerima mushaf dari BMH, (24/4).

“Kebutuhan Mushaf untuk santri-santri yang tengah belajar dan menghafal Alquran saat ini memang menjadi salah satu program prioritas BMH di Sulawesi-Selatan,” terang Kadir, Ketua BMH Perwakilan Sulawesi Selatan.

“Ada 1.576 santri yang saat ini sedang belajar dan menghafal Alquran di 19 pesantren binaan BMH Sulsel yang ingin kita bantu penuhi kebutuhan Mushafnya,” harap Kadir.

Olehnya itu, BMH di bulan Ramadhan ini menginisiasi program Sedekah Jariyah Mushaf Alquran.

Lewat program ini, BMH ingin memfasilitasi muhsinin untuk ikut terlibat membantu memenuhi kebutuhan mushaf yang ada, sehingga banyak santri yang bisa semakin semangat menghafal seperti Khairul dan kawan-kawannya belum lama ini.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *